Berita Utama

Ratusan Warga Tambun Terancam Tak Bisa Nyoblos

Radarbekasi.id – Ratusan warga di Tambun Selatan terancam tidak bisa melakukan pencoblosan saat Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Pasalnya, sampai saat ini ratusan warga di wilayah tersebut belum masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Hal ini disampaikan Wakil Koordiv Pengawasan Bawaslu Kabupaten Bekasi, Alif Widada. Kata dia, Bawaslu mendapat laporan dari masyarakat terkait ada sekitar 70 warga di RT 10, Kelurahan Jatimulya yang belum masuk ke DPT dan di RT 09, Kelurahan Jatimulya ada 52 orang.

“Untuk di Tambun Selatan, Kelurahan Jatimulya, kami menerima laporan ada 102 orang belum masuk DPT,” ujar Alif, Rabu (20/2).

Menurut dia, saat dilakukan investigasi ke lapangan dan keterangan dari ketua RT setempat, jumlah tersebut kemungkinan akan terus bertambah, karena masih banyak warga yang belum menyerahkan data seperti KTP Elektronik. Namun Alif menerangkan, warga tersebut masih bisa ikut mencoblos di Pemilu 2019, dan akan dimasukkan ke Daftar Pemilih Khusus (DPK).

“Mungkin mereka (warga) masih bisa ikut mencoblos, walaupun tidak masuk ke dalam DPT, syaratnya dengan membawa KTP-Elektronik, dan baru akan mencobkos di atas pukul 12.00. Namun harus dilihat juga persediaan logistik Pemilu, apakah mencukupi atau tidak,” terang Alif.

Alif mengaku khawatir, dengan jumlah warga yang lumayan banyak tidak masuk dalam DPT, menjadi kendala di TPS, karena dikhawatirkan kekurangan surat suara.

Saat ditanya apa penyebab banyaknya warga yang tidak masuk dalam DPT?, Alif menjawab kurang memahami. Namun kata dia, dari hasil pengecekkan di lapangan, warga tersebut saat Pilgub sudah ikut memilih, tapi di Pemilu 2019 ini kenapa tidak masuk DPT?.

“Permasalahan seperti ini akan kami (Bawaslu) komunikasikan dengan KPU,” janji Alif.

Ia menambahkan, saat dilakukan uji petik, seperti di Kelurahan Wanasari, Cibitung, terdapat 330 warga yang belum masuk DPT, dan Desa Sumberjaya, Tambun Selatan ada 561 orang belum masuk DPT. “Tapi untuk dua wilayah tersebut, Bawaslu sudah merekomendasikan agar dimasukkan ke DPT,” terangnya.

Bahkan lanjut Alif, ada dua wilayah lagi yang warganya belum masuk DPT di Pemilu 2019, yakni Kelurahan Wanasari dan Desa Sumberjaya. “Itu kasusnya sama, yaitu pada saat Pilgub sudah masuk DPT, tapi di Pemilu 2019 mendatang tidak ada di DPT,” ucapnya dengan nada heran. (pra)

Related Articles

Back to top button