Berita Utama

KPU Pastikan Warga Bisa Nyoblos

Radarbekasi.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bekasi, membenarkan ada ratusan warga di Tambun Selatan yang tidak masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Pemilu 2019 mendatang.

Namun KPU RI sudah mengeluarkan surat Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) nomor 23 tahun 2018, dan PKPU nomor 227, agar warga yang belum masuk di DPT agar segera dimasukkan dalam Daftar Pemilih Khusus (DPK).

“Kami menerima surat dari KPU RI yang memerintahkan agar setiap daerah memasukkan warga yang belum masuk DPT ke DPK. Dan itu sudah kami lakukan dalam tahapan pertama. Sementara untuk tahap kedua sedang dalam proses, karena tahapan kedua ini berakhir pada 16 Maret 2019,” ujar Ketua KPU Kabupaten Bekasi, Jajang Wahyudin, Kamis (21/2)

Untuk tahap pertama, kata dia, di Desa Sumberjaya ada juga warga yang tidak masuk ke DPT, tapi mereka itu berkelompok. Sehingga, berdasarkan PKPU nomor 227, KPU dapat membuat TPS di wilayah tersebut dengan rekomendasi dari Bawaslu.

“Dalam tahapan sebelumnya, kami sudah plenokan pada tanggal 17 Februari 2019. Jadi, semua sudah mengetahui bahwa di Desa Sumberjaya ada dua TPS baru,” ucap Jajang.

Lalu untuk ditempat lain, seperti di Kelurahan Jatimulya, mereka akan dimasukkan ke DPK, sehingga bisa dimasukkan ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) terdekat, sesuai domisili yang diberikan ke KPU. Sehingga nantinya bisa dipastikan mereka masih bisa mencoblos.

“Mereka (warga) yang belum masuk DPT akan dimasukkan ke DPK, sehingga masih bisa mencoblos saat Pemilu 17 April 2019 mendatang,” terangnya.

Ditambahkan Jajang, mengenai logistik Pemilu, tinggal menunggu berapa jumlah pemilih yang masuk di DPK saat pleno pada bulan Maret 2019. Sehingga nantinya bisa ketahuan jumlah pemilih yang masuk DPK diluar DPT. Misalkan di Kabupaten Bekasi, jumlahnya 200 orang, nanti logistik Pemilu bagi pemilih yang masuk DPK akan diajukan ke KPU RI melalui KPU Provinsi, agar bisa dihitung persedian logistiknya.

“Kalau mengenai logistik, kami tinggal menunggu jumlah warga yang masuk DPK,” beber Jajang.

Mengenai warga yang tidak masuk DPT, tapi saat Pilgub bisa mencoblos, kata Jajang, karena saat itu warga masih bisa menggunakan KTP yang lama. Namun untuk sekarang, harus berdasarkan KTP-Elektonik, dan datanya sudah terekam di Disdukcapil.

“Untuk saat ini, bagi warga yang belum melakukan perekaman KTP-Elektronik, datanya tidak akan masuk di DPT melalui Sistem Informasi Data Pemilih (Sidalih),” tandas Jajang.

Related Articles

Back to top button