Metropolis

Macet Karena Ekonomi Tumbuh

Radarbekasi.id – Pernyataan Wali Kota Cilegon yang baru saja dilantik, Rabu (20/2) lalu, Edi Ariadi ditanggapi dingin oleh Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi. Edi mengatakan bahwa dirinya ingin infrastruktur di wilayahnya dibangun sebesar mungkin supaya tidak macet seperti di Bekasi.

Rahmat Effendi mengakui bahwa Bekasi macet, hal itu dikarenakan ada empat program strategis nasional diantaranya adalah tol Jakarta Elevated, Kereta Cepat, LRT, dan tol Becakayu. Akibat dari kemacetan di jalan tol ini mengakibatkan kendaraan bervolume besar masuk ke jalan arteri hingga menambah beban lalu lintas di Kota Bekasi.

Pria yang akrab disapa Pepen tersebut merasa bangga Bekasi dianggap macet, pasalnya kemacetan ini menandakan pertumbuhan ekonomi di wilayahnya. “Kedua saya bangga Kota Bekasi dianggap macet, kalau tidak macet berarti minim pertumbuhan ekonomi, kotanya tidak maju, pendidikannya gak jalan, dan gak bisa bayar kartu sehat. Biar aja macet yang penting laju pertumbuhan ekonomi saya diatas rata-rata laju pertumbuhan ekonomi nasional,” ungkapnya saat ditemui di Islamic Centre Kota Bekasi, Kamis (21/2)

Rahmat mengaku tidak terganggu dengan perkataan Wali Kota Cilegon tersebut. Dia mengaku  lebih santai dengan menyebut hal ini sebagai bagian dari dinamika dan masih sama-sama NKRI.

Saat ditanya pembangunan infrastruktur untuk mengentaskan kemacetan, saat ini Kota Bekasi sedang membangun ruas-ruas jalan baru seperti Flyover Cipendawa, Rawapanjang, jalan tembus Pekayon sampai dengan Jatiasih, jalan tembus Pangeran Jayakarta sampai Kranji, termasuk transpatriot dalam usaha untuk mengurai kemacetan.

“Itu kalo kita jejer banyaknya kendaraan di Kota Bekasi diukur dengan panjang jalan itu, kendaraannya tiga kali lipat dari panjang jalan yang ada,” terangnya.

Dalam kesempatan itu juga Wali Kota Bekasi menguncapkan selamat kepada Edi yang baru saja dilantik menggantikan Wali Kota sebelumnya. “Saya Rahmat Effendi mengucapkan selamat kepada pak Edi yang telah dilantik, menggantikan pak Iman, Wali Kota kemarin. itu pernah terjadi di Bekasi, semoga pak Edi mampu membangun melanjutkan progres yang sudah canangkan oleh Wali Kota sebelumnya. selamat pak,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi Yayan Yuliana mengaku menyayangkan pernyataan demikian. Menurutnya, karakteristik wilayah Bekasi dan Cilegon berbeda.

“Ya, berbeda dong Bekasi dengan Cilegon. Kota Bekasi itu sangat dekat dengan Jakarta bahkan tidak ada pembatasnya, sedangkan Cilegon kan jauh banget. Bukan cuma itu dari karateristik perkembangan juga beda,” ucapnya saat dihubungin pojokbekasi.com (Radar Bekasi Group), Kamis (21/2).

Sekedar diketahui, pada sesi wawancara di salah satu media nasional, Wali Kota Cilegon Edi Ariadi yang baru saja dilantik mengatakan, “Kita kan minta flyover, itu kewenangan pusat atau provinsi. Jangan kayak Bekasi kan kasihan macet.”

Edi tak secara gamblang menyebut Bekasi yang ia maksud Kota atau Kabupaten. Tetapi pernyataannya menyematkan fenomena macet kepada Bekasi dianggap tak adil. (sur/pjk)

Related Articles

Back to top button