Metropolis

Selalu Ditunda, Warga Emosi

*Pembongkaran Bangli di Kelurahan Margajaya

Radarbekasi.id – Lita (40), bersama warga lainnya yang menetap di RT 003 RW 001 Kelurahan Margajaya tidak dapat menyembunyikan kekesalannya, ketika sebuah alat berat mulai meratakan belasan bangunan semi permanen di lingkungan tersebut.

Meskipun sempat bersitegang dengan petugas gabungan, namun Lita hanya pasrah melihat bangunan yang telah ditempati belasan tahun ini rata dengan tanah, “Kami hanya minta waktu sebentar untuk menyelamatkan barang–barang,” katanya dengan penuh emosi.

Dia bersama warga lainnya mengaku mendapatkan pemberitahuan pekan lalu terkait dengan pembongkaran bangunan. Namun, dia menyesalkan sebelumnya sudah beberapa kali surat pemberitahuan serupa diterima namun urung dilaksanakan pembongkaran sehingga dia menganggap akan terjadi hal yang sama ketika ia menerima surat pekan lalu.

“Sudah ada pemberitahuan, cuma udah berapa kali surat yang dateng tuh, udah ada lebih dari 5 kali surat tuh tapi nggak jadi-jadi, pembongkarannya nggak jadi-jadi,” katanya, Kamis (21/2).

Dia menyadari jika bangunan yang didirikan di bantaran kali tersebut akan dibongkar oleh pemerintah Kota Bekasi. Namun pembongkaran yang selalu urung dilakukan membuat dia dan warga yang lain emosi.

“Cuman kan kalo engga jadi itu kan jadi emosi, sekarang kita mau ambil dulu lah barang yang bisa kita ambil gitu kan, tapi petugas tidak ada yang mengerti. Lah iya coba sabar sebentar lah kan ini, langsung main gusur kaya gini,” terangnya.

Ya, Belasan Bangunan Liar (Bangli) dilingkungan RT 003 RW 001 Kelurahan Margajaya, Kota Bekasi ditertibkan oleh jajaran Kepolisan Pamong Praja (Satpol PP) dan beberapa dinas terkait. Warga hanya pasrah bangunan rumah semi permanen dibongkar meskipun suasana penertiban sempat menghangat di awal.

Penertiban pun berjalan, tidak ada protes dan usaha dari warga untuk menghalangi petugas, 12 rumah yang berlokasi dibantaran kali Bekasi dibongkar menggunakan satu alat berat.

Sementara itu Kepala Satpol PP Kota Bekasi, Cecep Suherlan mengaku, penertiban tersebut sudah sesuai dengan prosedur. Sebelum penertiban sudah dilakukan sosialisasi oleh pemerintah Kota Bekasi dalam hal ini Dinas Tata Ruang Kota Bekasi.

Menurutnya tidak yang dilakukan secara mendadak, surat pemberitahun dan sosialisasi sudah dilakukan. “Sebenernya nggak mendadak ya, sudah ada peringatan, nggak ada istilahnya mendadak, SOP sudah kita tempuh,” ungkapnya. (sur)

Related Articles

Back to top button