Metropolis

Tarik Ulur Pembongkaran Jembatan H Santung

Warga Menolak Dibongkar, Petugas Dishub Diancam Dibacok

Radarbekasi.id – Sejak lama pemerintah Kota Bekasi berencana akan membongkar jembatan H Satung, Bekasi Selatan. Pasalnya, selain sudah tidak layak, kondisi jembatan tersebut sudah sejajar dengan permukaan air kalimalang. Akibatnya, air mengalir tidak lancar.

Namun, selama ini kerap mendapatkan penolakan dari warga. Kepala Seksi Pengendalian dan Operasional (Dalops) Dishub Kota Bekasi, Bambang Normawan Putra mengakui selama ini mendapatkan penolakan dari warga sekitar. Bahkan, petugas Dishub yang mengatur arus lalu lintas di sekitar jembatan tersebut sempat diancam warga.

“Iya anggota saya sempat takut, karena diancam mau dibacok oleh warga sekitar yang menolak Jembatan dibongkar. Saya dapat laporan dari anggota, sudah dua kali diancam warga,” kata Bambang kepada Radar Bekasi.

Karena ada ancaman seperti itu, lanjut Bambang, untuk menghindari tidak diinginkan maka para perugas Dishub yang mengatur Lalin di lokasi jembatan H Santung ditarik ke lokasi lain agar aman anggotanya saat bertugas.

“Yang saya tahu dari warga sekitar, memang jembatan itu dibangun oleh warga sekitar. Kita hanya kurang melakukan sosialisasi saja, mungkin mereka ingin meminta ganti rugi atau ada tuntutan lain itu kita belum tau.”ujarnya.

Untuk melancarkan pembongkaran jembatan H Santung, pihaknya meminta kepada Camat atau lurah untuk mediasi serta menyosialisasi ke warga agar setuju untuk membongkar, “Ya memang jembatan itu sudah tidak layak lagi,” imbuh nya.

Sementara itu, Kepala Bidang Jembatan dan Jalan di Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kota Bekasi, Idi Susanto mengakui kesulitan ingin membongkar jembatan tersebut. Belum lama ini pihaknya menggelar rapat dengan Wakil Wali Kota Bekasi untuk menindaklanjuti pembongkaran Jembatan H Santung.

Menurutnya, tidak hanya Jembatan H Santung yang akan dibongkar, namun sejumlah jembatan yang sejajar dengan permukaan kali akan dibongkar. Selain itu, lanjutnya, pihak PDAM Jakarta juga ingin menaikkan debit air untuk ke Jakarta dari 18 kubik perdetik menjadi 21 kubik perdetik. Sehingga jika masih ada jembatan yang sejajar dengan aliran air, maka untuk menaikkan debit air bakal kesulitan. Jika debit air langsung dinaikkan, maka imbasnya akan berdampak buruk bagi jembatan maupun jalan bisa menyebabkan kerusakan.

Selain itu, beberapa jembatan di sepanjang aliran Kalimalang yang akan dibongkar yakni jembatan Kartini, Ahmad Yani. Tidak hanya itu, jambatan yang kecil juga akan dibongakar dari Mal Metropolitan Sampai Caman, karena kondisinya sudah dekat dengan permukaan air.

“Ya kemarin pak Wali sudah meminta kepada pihak KKDM untuk membongkar jembatan H santung tetapi ada penolakan dari warga sehingga tidak jadi dibongkar. Karena dari kajian lalu lintas hasilnya itu akan dibongkar jembatan-jembatan yang sudah tidak layak, sekarang kajiannya sedang dibahas. Untuk jumlah jembatan yang akan dibongkar kita masih menunggu kajian dari Lalin Dishub. Karena ada jembatan yang dipertahankan untuk putar balik. Jika kajian selesai baru bisa kita tentukan jembatan mana saja. yang pasti jembatan H Santung sudah pasti akan dibongkar,” tandasnya. (Pay)

Related Articles

Back to top button