Berita Utama

Akses Jalan Menjadi Sempit

*Warga Jatibening Tolak Pembangunan Apartemen

Radarbekasi.id – Puluhan Kepala Keluarga (KK) dilingkungan RT 04 RW 01, Kelurahan Jati Bening, Kecamatan Pondok gede, Kota Bekasi berharap dapat tetap hidup dilingkungannya dengan layak, meskipun di sekitar area tempat tinggal mereka akan dilakukan pembangunan apartemen.

Pasalnya, saat ini warga merasa resah dengan adanya pembangunan apartemen tersebut. Sejumlah sepanduk penolakan terlihat di sepanjang jalan menuju jembatan Caman. Spanduk berisikan penolakan terhadap pembangunan apartemen tersebut dibuat dan dipasang oleh warga sekitar.

Pantauan Radar Bekasi memasuki lingkungan RT 04 RW 01 tersebut, nampak puluhan bangunan dibagian depan sudah terlihat tidak berpenghuni dan sebagian sudah mulai dihancurkan. Namun dibagian belakang dari permukiman warga tembok pembatas lahan yang akan digunakan untuk mendirikan apartemen nampak dekat sekali dengan permukiman warga bahkan bagian depan rumah warga.

Kondisi ini membuat warga mengeluh tidak mendapatkan lingkungan yang layak, karena akses jalan didepan rumah mereka sangat sempit. Bahkan hampir tidak bisa untuk dilewati kendaraan roda dua karena terlalu dekat dengan tembok pembatas lahan.

“Tiba-tiba melakukan pemagaran yang notebenenya ada pemberitahuan, tapi pemberitahuan ini tidak jelas kita kira disebelah sananya jalan ternyata disebelah sini, hari ini dikasih surat besoknya udah dieksekusi,” kata salah seorang warga, Heru (40).

Heru menjelaskan bahwa masyarakat dilingkungan sekitar berhak untuk mendapatkan lingkungan yang layak, menurutnya dengan kondisi yang ada saat ini menggambarkan lingkungan yang tidak layak.

Sebelum pembangunan terealisasi, Heru mengatakan masyarakat ingin memiliki jalan lingkungan yang layak dan lahan untuk dijadikan ruang terbuka guna masyarakat melaksanakan berbagai kegiatan. ”Inginnya kita, kembalikan posisi seperti semula, kita punya hak untuk akses jalan, tempat bermain, tempat untuk warga melakukan kegiatan,” imbuhnya.

Sementara itu tokoh masyarakat dilingkungan tersebut, Surip (69) yang sudah sejak tahun 1982 tinggal di wilayah tersebut mengaku, ada sekitar  50 kepala keluarga pendatang yang ada di lokasi tersebut. Namun sudah beranak pinak sampai berkeluarga di wilayah ini.

Warga mengaku belum dibebaskan lahan yang saat ini menjadi tempat tinggal mereka, namun sudah beredar set plan pembangunan yang akan dilakukan di tempat mereka tinggal. “Kalau orang tua disini kebanyakan pendatang, tapi sudah turun temurun di sini sampai punya keluarga. Banyak juga di sini rumah peningggalan dari orang tua,” terangnya. (sur)

Related Articles

Back to top button