CikarangMetropolis

Disnaker Dinilai Kurang Inovasi

Radarbekasi.id – Forum Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) menilai Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bekasi kurang inovasi untuk memaksimalkan Balai Latihan Kerja (BLK).

Wakil Presiden FSPMI, Obon Tabroni mengatakan, sebanyak lima ribu perusahaan yang terdata di Kabupaten Bekasi dapat digandeng untuk bekerja sama memaksimalkan fungsi BLK.

“Kami sudah sangat menduga memang dinas terkait minim inovasi. Bekasi kawasan industri, menurut saya sangat tidak wajar tenaga BLK dan peralatan kurang memadai,” ujar Obon Tabroni.

Ia berpendapat, perusahaan yang ada di Kabupten Bekasi pasti akan berperan aktif jika Pemkab Bekasi meggandengnya.

Jika Pemkab Bekasi kurang tenaga pengajar, ia menyarankan agar melibatkan tenaga atau pekerja di salah satu kawasan industri. Dan apabila kekurangan anggaran bisa melalui program CSR.

“Ini sangat memprihatinkan, padahal kondisi pengangguran begitu tinggi. Namun, kondisi BLK tidak manfaat tidak ada yang peduli,” katanya.

“Jadi kalau tidak manfaat ini perlu dipertanyakan seperti apa program kerja disnaker untuk menekankan angka pengangguran,”ujarnya.

Ia menyatakan, Disnaker Kabupaten Bekasi harus memaksimalkan fungsi BLK. Supaya, dapat menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan kualitas keterampilan yang baik.

“BLK ini, apa programnya juga kurang jelas. Oleh sebab itu kritis itu saya sampaikan. Hidupkan program BLK,” tuturnya. (and)

Related Articles

Back to top button