Politik

Jangan Ngotot Minta Kursi Wabup

Radarbekasi.id – DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi, meminta partai koalisi agar sadar diri, dan tidak usah ngotot meminta kursi Wakil Bupati (Wabup). Hal ini disampaikan Wakil Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi, Ahmad Budiarta.

Menurutnya, mengenai partai lain yang akan mengusulkan nama untuk menjadi Wabub, biarkan saja, itu dinamika politik, tapi jangan lupa bahwa Neneng Hasanah Yasin dan Eka Supri Atmaja itu awalnya siapa yang mengusung.

“Bu Neneng dan Pak Eka itu kader Golkar, dan yang mengusung, termasuk mengeluarkan biaya juga kader Golkar. Jadi partai lain tidak usah ngotot,” saran pria yang akrab disapa Budi ini.

Dia mengaku sudah tahu partai mana yang bersikeras untuk menjadikan kader partainya menjadi Wabub. Tapi harus dilihat dulu, siapa yang berjuang habis-habisan untuk memenangkan Neneng–Eka.

“Saat kami meminta dukungan saja, ada perpecahan di internal partai yang ingin minta jatahWabup. Harus tahu dirilah, terus sekarang ngotot ngomongin punya hak untuk menjadi Wakil Bupati, ngaca dululah. Saat Pilkada lalu saja partai pengusung itu ada perpecahan di partai nya,” tukas Budi.

Ia memastikan, tidak semudah itu untuk mendapatkan kursi Wabub, sebab Partai Golkar juga akan berusaha menjadikan kader Golkar sebagai Wabub. Selain itu, Budi juga sudah melihat partai koalisi yang maksimal, dan mana partai koalisi yang pecah.

“Mereka yang ngotot-ngotot begitu lihat dulu saat Pilkada, siapa yang berjuang, memang saya mengerti ini politik, tapi politik tidak buta,” terangnya.

Namun, untuk sekarang, pihaknya tidak mau terlalu banyak bicara mengenai kursi Wabub, karena yang terpenting fokus nya sekarang ke Pileg dan Pilpres 2019.

“Untuk sekarang kami fokus di Pileg dan Pilpres dulu. Setelah itu kami baru akan bicarakan mengenai kursi Wakil Bupati, termasuk Musda Golkar,” tandas Budi. (pra) 

 

Related Articles

Back to top button