Berita Utama

Nelayan dan Petani Rumput Laut Merugi

Radarbekasi.id – Sejumlah masyarakat Kabupaten Bekasi yang menggantungkan hidupnya dari hasil laut merugi. Hal itu disebabkan karena rusaknya kualitas air laut yang diduga tercemar limbah perusahaan. Mereka adalah penambak ikan, udang, dan petani rumput laut.

Salah satu petani rumput laut di Kampung Mandalajaya, Idah (50) menuturkan, kondisi limbah di laut merupakan salah satu penyebab hasil laut seperti Ikan, udang, rumput laut menjadi menurun.

“Harapan saya pemerintah maupun perusahaan bisa sadar, kalau warga di sini yang sebagian nelayan bergantung sama hasil laut. Jadi jangan buang limbah ke kali,” tuturnya.

Ia mencontohkan, rumput laut yang semula bisa dijual hingga Rp5.000 perkilogram kini hanya menjadi Rp2.000. Karena, kualitas dari rumput laut yang menurun.

“Ya belakangan ini kualitasnya buruk. Kemarin aja dapet dua perahu gede-gede cuma jadi 20 kilogram. Ditambah lagi kalo musim hujan susah keringnya terus kualitas turun,” ujarnya.

Sementara itu, nelayan di wilayah setempat, Toni (38) mengatakan, hasil tangkapannya ikannya menurun akibat kondisi air laut yang mulai tercemar.

“Nelayan harus menuju tengah laut dan mencari titik baru. Karena aliran kondisi limbah perusahaan yang dekat dengan bibir laut,” ujarnya.

Pantauan Radar Bekasi, terdapat sejumlah warga kampung Mandalajaya yang menggantungkan diri dengan cara bertani rumput laut di tambak. (and)

Related Articles

Check Also
Close
Back to top button