Politik

Bawaslu Ajak Kaum Perempuan Kawal Pemilu

Radarbekasi.id – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bekasi melakukan sosialisasi dalam rangka sosialisasi pengawasan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 dengan menggandeng partisipan dari kaum perempuan.

Acara yang berlangsung di Hotel Amarossa Grande, Kota Bekasi itu, dihadiri oleh salah satu anggota Bawaslu RI Divisi Penindakan, Ratna Dewi Pettalolo.

Dalam kesempatan tersebut, Ratna meminta kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya kaum ibu untuk turut serta membantu mengawasi Pemilu 2019.

Ia pun menekankan tentang bahaya politik uang (money politik) yang senantiasa mengancam ajang pesta demokrasi lima tahunan ini.

Menurut Ratna, persoalan politik uang tak hanya menjadi bagian dari tanggung jawab Bawaslu, namun juga perlu ada partisipasi dari masyarakat.

“Demi menjaga jalannya pemilu yang jujur dan adil (jurdil), setiap masyarakat wajib menolak adanya politik uang. Termasuk mengajak pemilih yang lain agar tidak terlibat dalam pelaksanaan politik uang,” imbuh Ratna.

Selain itu, dia juga berpesan, agar kaum perempuan saat ini bisa menjadi pemilih cerdas di Pemilu 2019.

Kata Ratna, kaum perempuan harus berani ikut melakukan pelaporan ketika ada pelanggaran pelaksanaan kampanye.

“Kalau takut melapor, akan menjadi bagian yang tidak membuka ruang perbaikan. Kami (Bawaslu) dan masyarakat punya tanggung jawab yang sama untuk menjaga Pemilu agar aman, jujur, dan adil. Dan kami berharap, Pemilu serentak jadi bagian penting ketatanegaraan yang berlangsung dengan baik,” tandasnya.

Maka dari itu, Ratna menekankan agar masyarakat jangan segan–segan untuk melapor kepada Bawaslu jika menemukan adanya tindakan dugaan pelanggaran kampanye atau apapun yang berkaitan dengan Pemilu.

“Saya berharap dalam pelaksanaan Pemilu 2019 ini dapat berjalan adil, transparan, dan jujur. Sehingga pelaksanaan dapat berjalan aman dan sukses,” tutup Ratna.

Di sisi lain, Koordinator Divisi SDM dan Organisasi Bawaslu Kota Bekasi, Choirunnisa mengimbau, peran perempuan tidak hanya terlibat di dalam politik praktis.

Dia juga menekankan, agar kaum perempuan harus hadir dalam proses pengawasan serta turut andil dalam memantau proses demokrasi yang bersih dan berintegritas.

“Bawaslu akan melakukan perekrutan pengawas yang akan ditempatkan di setiap TPS. Saya berharap, perempuan dapat lebih aktif dan terlibat dalam pengawasan,” tegas wanita yang akrab disapa Nisa ini. (pay)

Related Articles

Back to top button