LingkunganMetropolis

Berebut Sampah di TPA Burangkeng

Radarbekasi.id – Persoalan sampah masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah. Jumlah penduduk yang bertambah, membuat sampah makin menumpuk. Namun, siapa sangka, sampah yang ada justru menjadi rupiah bagi sebagian besar warga Desa Burangkeng, Kecamatan Setu. Simak Laporannya.

Belasan orang terlihat duduk santai di sekitar Tempat  Pembuangan Sampah (TPA) Burangkeng, Kecamatan Setu, Selasa (26/2) siang. Mereka menunggu sampah plastik dengan penuh harap.

Dari kejauhan, terlihat mobil pengangkut sampah yang hendak membuang sampah tiba. Mereka langsung mendatanginya. Saat sampah diturunkan, warga langsung memilah.

Menggunakan wadah transparan, mereka mengambil sejumlah jenis sampah. Baik sampah plastik maupun kertas.

Diisi sampai penuh di wadah yang mereka bawa. Isinya beragam. Mulai dari bekas kemasan air mineral, kertas koran hingga kardus.

Setelah selesai, para kepala keluarga itu menyambangi sebuah halaman rumah yang berada di sudut kanan jalan. Tujuannya, untuk menimbang sampah yang mereka dapat. Supaya, bisa mendapatkan uang.

“Tiap hari sampah makin banyak, pesaing pemungut sampah juga banyak. Kita selalu berburu kalau ada truk menurunkan sampah. Bos sampah dari mulai bank sampah sampai penadah sampah sudah banyak,” kata Abdullah mengawali perbincangan.

Lebih lanjut, kata dia, sampah yang bisa dipilah dan dijual sudah menjadi berkah tersendiri bagi warga sekitar. Bahkan, membantu kehidupan ekonomi rumah tangga warga setempat.

Namun, seiring berjalannya waktu, perburuan sampah terus bertambah. Tidak sedikut, para pemulung dari luar Bekasi masuk ke area pembuangan sampah.

“Ada empat sampai enam kilogram. Lumayan nih,” katanya sambil antre menimbang hasil pilah yang ia dapat.

Sementara itu, Pengawas Desa Burangkeng, Tabir megakui akan pertambahan jumlah penganbil sampah di TPA burangkeng.

“Benar, memang begitu. Tapi, kita tidak tahu data pastinya. Dari penjualan sampah, memang sudah membantu ekonomi warga,” tukasnya.

Informasi yang berhasil dihimpun, harga sampah lumayan tinggi. Satu kilogram sampah botol plastik mencapai Rp2.200. Plastik bening campur mencapai Rp1.500 /kg. Sementara, sampah plastik kemasan Rp100 /kg. Dan satu kilogram sampah plastik kresek dibanderol dengan harga Rp500.

Selain warga, pengepul sampah juga meraup keuntungan. Dalam satu bulan, keuntungannya mencapai Rp10 juta. “Sampai lah segitu, kalau lagi rame bisa lebih,” cetus salah satu pengepul.(*)

Related Articles

Back to top button