Berita Utama

Bu Dokter Berebut Kursi Direktur

Radarbekasi.id – Sebanyak 11 dokter dilingkungan pemerintah Kota Bekasi, berebut menjadi yang terbaik untuk menduduki kursi Direktur Rumah Sakit (RS) kelas D Pratama. Saat ini, mereka sudah mengikuti seleksi tahap ke dua yakni tes kompetensi. Tes ini merupakan tahap terakhir sebelum dikeluarkan tiga nama yang akan mengisi RS kelas D pratama.

Tiga RS tipe D tersebut merupakan puskesmas rawat inap yang sudah naik kelas menjadi RS kelas D Pratama. RS tersebut berada di lingkungan kecamatan Bantargebang, kecamatan Pondok Gede, dan kecamatan Jati Sampurna.

“Peserta ada 11, kemarin sudah tahap kedua, pertama psikotes, kemarin wawancara,” kata Plt Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPPD) Kota Bekasi, Karto, Selasa (26/2).

Karto mengatakan, ke 11 peserta yang mengikuti seleksi tersebut diketahui adalah dokter perempuan di lingkungan Dinas Kesehatan  Kota Bekasi. Saat ini sedang dalam proses rekap dan belum diketahui kapan akan dikeluarkan pengumuman hasil dari seleksi tersebut. “Yang jelas dia dokter, baik itu  dokter umum atau dokter spesialis atau dokter yang lainnya, yang penting dia menguasai tentang kesehatan,” imbuhnya.

Sementara itu Kasubid Pengadaan, Mutasi dan Pemberhentian Aparatur Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Bekasi, Hanafi mengaku sejak awal proses yang sudah dilakukan adalah proses administrasi, psikotes oleh psikolog, dan terakhir adalah tes kompetensi.

Dalam tes kompetensi ini, peserta seleksi diminta untuk membuat makalah terkait dengan visi dan misi yang akan dilakukan setelah terpilih menjadi Direktur RS Kelas D Pratama. Dalam tes kompetensi tersebut, peserta seleksi diminta untuk mempertanggungjawabkan makalahnya melalui wawancara yang dilakukan oleh tim penguji. “Karena kita butuh pemimpin yang berkompeten dibidangnya, makanya kita mencari orang-orang yang memang punya pengalaman di bidang kesehatan,” katanya.

Sementara tim penguji, lanjutnya terdiri dari sekretaris daerah Kota Bekasi sebagai ketua tim, kepala Bapeda, Plt Kepala BKPPD, Inspektorat, dan perwakilan dari TWUP4 sebagai unsur samping. Sementara itu, diketahui satu peserta seleksi tidak hadir pada seleksi tahap ke dua kemarin. Hanafi mengaku tidak diketahui apa penyebab satu peserta tersebut tidak hadir. “Sehingga saat ini yang masuk ke dalam proses penilaian sebanyak 10 orang.”lanjutnya.

Adapun syarat untuk dapat ikut serta dalam seleksi tersebut adalah sedang atau pernah menduduki jabatan administrator, pernah menjadi pengawas atau fungsional kesehatan madya, serendah-rendahnya pangkat pimpinan 4A, sudah lulus diklatpim tingkat tiga, sebagai kepala UPTDP Puskesmas kumulatif selama tiga tahun, SKP penilaian baik selama satu tahun, tidak pernah terkena hukuman pidana atau disiplin dan menulis makalah.

“Tapi harus pernah (menjadi kepala UPTD Puskesmas), harus pernah menjadi kepala UPTD, kalau yang belum pernah ya nggak bisa. Karena, seleksi kompetensi kemarin itu kan ada empat aspek yang kita nilai, Kompetensi manajerial, Kompetensi sosiokultural, Kompetensi teknis, terakhir Wawancara. Jadi di saat dia memaparkan makalahnya harus mempertanggungjawabkan tulisan tersebut,” terangnya.

Hanafi mengatakan bahwa pihaknya belum bisa untuk menyebutkan siapa-siapa saja 11 perempuan yang ikut dalam seleksi Direktur rumah sakit Tipe D pratama tersebut. Dari hasil tes terakhir ini, ke 10 peserta seleksi tersebut akan dikerucutkan menjadi enam orang yang akan diberikan nama-namanya kepada Wali Kota Bekasi. (sur)

Related Articles

Back to top button