Berita Utama

Golkar Jabar Klaim Elektabilitas Jokowi Naik 64 persen

*Cawabup Diputuskan Usai Pemilu

Radarbekasi.id – DPD Partai Golkar Jawa Barat (Jabar) kembali melakukan pembahasan terkait Calon Wakil Bupati (Cawabup) Kabupaten Bekasi untuk mendampingi Eka Supria Atmaja saat dirinya resmi menjadi Bupati definitif menggantikan Neneng Hasanah Yasin (NHY) yang mengundurkan diri.

Menurut Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk menjadi Wakil Bupati dari internal Partai Golkar, harus mempunyai tiga aspek. Pertama punya keserasian dengan Bupati, kedua mempunyai keserasian dengan DPRD, dan ketiga mempunyai keserasian dengan masyarakat.

“Ketiga aspek itu menjadi syarat utama untuk menjadi Cawabup di Partai Golkar. Namun untuk menetapkan Bupati definitif sekaligus mencari Wakil Bupati, kami akan rumuskan setelah Pemilu 2019,” ujar pria yang juga sebagai Ketua Tim Kampanye Daerah pasangan Jokowi-Ma’ruf untuk wilayah Jawa Barat, usai melakukan konsolidasi Partai Golkar dalam rangka Pileg dan Pilpres 2019 di Jababeka, Senin, (25/2) malam.

Ia menegaskan, untuk saat ini pihaknya akan fokus ke Pileg dan Pilpres, sebab kalau sekarang dibahas, nanti bisa tidak fokus lagi untuk Pemilu. “Nah, kalau Pemilu sudah selesai, baru ada pembahasan dan penentuan siapa yang akan menduduki kursi Wakil Bupati,” terang Dedi.

Saat ditanya apakah ada biaya atau mahar untuk kursi Wakil Bupati Bekasi?, Dedy menegaskan tidak ada istilah jualan kursi. “Sampai saat ini tidak ada yang jualan kursi untuk Wakil Bupati, yang ada jualan kursi sofa,” ucap Dedi sambil tertawa.

Terkait peluang partai koalisi untuk menduduki kursi Wakil Bupati, Dedy menegaskan, nanti dibicarakan setelah Pemilu. “Untuk partai koalisi, kami lihat dari sisi aspek kader, dua-duanya kader partai, kemudian bagaimana membangun komunikasi dan mekanisme dengan partai lain,” bebernya.

Dalam kesempatan itu, Dedi juga angkat bicara mengenai pengunduran diri NHY. Dia menerangkan, pengunduran diri Bu Neneng Hasanah Yasin sudah disampaikan ke DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat.

Dedi pun meminta agar Ketua DPD Partai Golkar melalui Fraksi Partai Golkar untuk segera mengadakan rapat paripurna, dan selanjutnya menyampaikan ke Mendagri melalui Gubernur Jawa Barat, sehingga pada bulan Maret Mendatang, seluruh administratif pengunduran diri NHY sudah selesai.

“Kami harapkan bulan April sebelum Pemilu sudah keluar surat penetapan Bupati yang defenitif,” imbuhnya.

Dedi juga menyampaikan, bahwa elektabilitas pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 01, Jokowi-Ma’ruf pada Pilpres 2019 naik 64 persen. Elektabilitas tersebut dari internal Partai Golkar, baik pengurus atau kader di tingkat kota/kabupaten. Sebelumnya hanya berkisar 30-40 persen.

“Kalau masih ada pikiran-pikiran yang ragu, itulah tugas kami untuk memberi penjelasan,” tukas Dedi.

Dedi yakin penjelasan yang disampaikan dalam rapat konsolidasi soal keberhasilan Jokowi di pemerintahan bisa mengubah pemikiran yang ragu. “Barangkali penjelasan itu akan memberikan efek terhadap para pendukung Partai Golkar di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Bekasi. Saya yakin bisa dilihat nanti di bulan Maret, pasti sudah berubah,” tandasnya.

Berdasarkan elektabilitas itu juga, Dedi berharap target minimal perolehan suara pada Pilpres 2019 bisa mencapai 55 persen. “Minimal 55 persen harus bisa diraih di Kabupaten Bekasi. Atau bisa mencapai 60 persen,” pungkas Dedi.

Meski demikian, ia mengakui ada beberapa daerah yang tergolong rawan tingkat keterpilihannya. Seperti Kota/Kabupaten Bekasi, Kota/Kabupaten Bogor, dan Kota/Kabupaten Sukabumi.

“Itu daerah yang rawan elektabilitinya akibat pemilihan presiden bersamaan dengan pemilihan anggota DPR, DPRD dan DPD. Ini efek elektoral bagi kandidat calon presiden. Jadi saya katakan, Golkar ini kalah di daerah yang Pak Jokowi nya juga relatif masih kalah,” ungkapnya.

“Aspek elektabiliti calon presiden berimplikasi pada opini publik tentang pemilihan presiden. Andai pemilihannya dipisah, ceritanya akan lain. Tapi karena pemilihannya disatukan, maka Golkar mengalami tekanan psikologis,” tukas Dedi. (pra)

Related Articles

Back to top button