Berita Utama

Penipu Modus Ubah Data WA Dibekuk

Radarbekasi.id – AS (30), pelaku penipuan dengan modus mengubah data WhatsApp (WA) Messanger dibekuk petugas Polsek Cikarang Selatan di kos-kosannya yang berada di wilayah Colomadu, Solo, Kamis (21/2) lalu.

Kanit Reskrim Polsek Cikarang Selatan, Iptu Jefri menjelaskan, kejadian bermula pada Senin tanggal 16 Desember 2018, pelaku AS menghubungi korbannya, Dwikun Mujab. AS menggunakan nama, dan foto profil WA atas nama rekan Dwikun bernama Febrianto.

Lalu, dia berpura-pura sebagai Febrianto. Kemudian, ia mulai melancarkan aksinya. Ia mengaku bahwa orang tuanya sedang sakit dan di rawat di rumah sakit.

Saat itu, AS meminta bantuan pinjaman uang kepada korban sebesar Rp9,3 juta. Korban yang percaya langsung mentransfer uang ke pelaku.

Kemudian, pelaku kembali menghubungi korban pada Selasa 17 Desember 2018. Kala itu, ia memberitahu bahwa orang tuanya telah meninggal dunia, dan kembali meminjam uang. Dengan alasan untuk menebus jenazah, pelaku meminjam sebesar Rp5,6 juta.

Pelaku kembali menghubungi korban melalui WA, dan kembali meminjam uang kepada korban sebesar Rp7,8 juta pada Rabu 18 Desember 2018 dengan alasan untuk melunasi hutang. Lagi–lagi korban percaya, dan kembali mentransfernya.

Lalu, korban berinisiatif menghubungi teman satu sekolahnya dengan Febrianto bernama Bagas. Tujuannya, untuk meringankan beban keluarga Febrianto.

Namun saat itu, Bagas tidak percaya. Ia menelpon Febrianto yang asli. Alhasil, Febrianto pun mengatakan bahwa orang tuanya dalam keadaan sehat dan penipuan itu terkuak. Lalu Bagas langsung memberi tahu Dwikun bahwa orang tua Febrianto dalam kondisi sehat.

Selanjutnya korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Cikarang Selatan. “Jadi pelaku ini tahu nomor korban dari facebook–nya. Termasuk tahu Febrianto itu temannya korban, dari facebook juga. Mengambil foto Febrianto juga dari Facebook,” jelas Jefri, Selasa (26/2).

Kata Jefri, mendapatkan laporan tersebut pihaknya langsung melakukan penyelidikan ke rekening korban mentransfer, dan berhasil diketahui nama rekening tersebut Agus Sutop.

Selanjutnya dilakukan penyelidikan kembali keberadaan pelaku. Selang beberapa pekan, keberadaan pelaku diketahui berada di daerah Solo.

“Saat tahu pelaku ada di Solo, kita langsung berangkat, dan berhasil menangkap pelaku ditempat kos-kosannya wilayah Colomadu, Solo Jawa Tengah,” ujarnya.

“Pelaku ini aslinya orang Klaten,” sambungnya.

Setelah berhasil ditangkap dan menjalani pemeriksaan, pelaku mengakui perbuatannya. Kemudian dilokasi kos-kosan pelaku, ditemukan alat kejahatan berupa satu unit gawai jenis samsung berwarna putih yang digunakan untuk komunikasi dengan korban. Juga ditemukan kartu ATM Bank Danamon.

“Jadi uang hasil nipunya dibelanjakan satu unit HP merek samsung S8 warna hitam, kemeja, kaos, sepatu adidas, dan skechers,” tuturnya. (pra)

Related Articles

Back to top button