Cikarang

FINTER : Warga Sulit Dapat Pekerjaan

Radarbekasi.id – Sulitnya warga Kabupaten Bekasi mendapatkan pekerjaan, membuat ratusan masyarakat yang tergabung dalam Forum Informatif dan Pemerhati Ketenagakerjaan (FINTER) melakukan unjuk rasa di depan pintu gerbang Komplek Perkantoran Pemkab Bekasi, Rabu (27/2).

Mereka menuntut Pemkab Bekasi mengintervensi perusahaan melalui regulasi untuk menerima pekerja yang berdomisili dan beridentitas Kabupaten Bekasi.

Sekretaris Umum FINTER Kabupaten Bekasi, Donal Ondang menuturkan, masih banyak ditemukan warga Kabupaten Bekasi yang sulit mendapatkan kesempatan bekerja di perusahaan. Padahal, Kabupaten Bekasi memiliki kawasan industri terbesar se-Asia Tenggara.

Menurutnya, terkait pengangguran merupakan dampak dari kurang pedulinya pemerintah terhadap rakyat Kabupaten Bekasi.

Ia menyatakan, adanya Peraturan Daerah (Perda) No 4 tahun 2016 tentang Ketenagakerjaan juga belum bisa dilaksanakaan. Karena yang menjadi peraturan pelaksananya, yaitu Peraturan Bupati (Perbup) belum ada.

“Pemkab harus peka atau peduli kepada rakyat, masa di daerah sendiri sebagai kawasan industri untuk masuk kerja saja sulit?,” ujarnya.

Mereka menuntut agar Pemkab Bekasi segera mengesahkan Perbup tentang peluang kesempatan kerja bagi warga Kabupaten Bekasi sebesar 60 persen di setiap perusahaan yang ada di Kabupaten Bekasi.

“Aksi ini bukan membuat ketertiban umum terganggu. Melainkan, Pak Plt Bekasi supaya membuat kebijakan. Yakni membuat Perbup,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi, Edi Rochyad mengatakan, Pemkab mengapreasiasi tuntutan yang disampaikan warga.

Pihaknya tidak serta merta diam. Ia mengklaim kalau pihaknya terus berupaya agar semua angkatan kerja, khususnya yang berdomisili di Kabupaten Bekasi dapat bekerja di perusahaan-perusahaan yang ada.

“Kalau soal perusahaan yang harus menerima tenaga kerja lokal 60 persen, tadinya kita juga menginginkan seperti itu. Tetapi karena di Perda Ketenagakerjaan kita tidak menyebutkan secara spesifik mengenai angka atau presentasinya, maka di Perbup disebutkan kita akan mengambil sebanyak-banyaknya,” katanya. (and)

Tags
Close