Berita Utama

Keluhkan Regulasi PON 2020

Radarbekasi.id – Pengurus Daerah (Pengda) Persatuan Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Perserosi) Jawa Barat mengeluhkan regulasi yang ditetapkan oleh Panitia Besar (PB) Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2020.

“Jadi ada aturan baru di PON ini. Di mana, PB PON menetapkan aturan 24 nomor untuk 77 atlet se-Indonesia. Kita hanya bisa masukan 16 atlet saja,” ujar Ketua Pengda Perserosi Jawa Barat, Eri Sudrajat, belum lama ini.

Lebih lanjut, Eri mengungkapkan, bila melihat jumlah Pengurus Cabang (Pengcab) dan Pengurus Kota (Pengkot) Perserosi se-Jawa Barat penetapan 16 atlet sangat minim.

“Makanya kita melakukan seleksi untuk atlet PON. Atlet terbaik dari 24 Pengcab dan Pengkot se-Jawa barat,” imbuhnya.

Bagi Eri, aturan PON 2020 berbeda dengan PON sebelumnya. Saat PON XIX/2016, jumlah nomor mencapai 60 lebih dengan jumlah atlet diatas 100.

“Jadi, kalau melihat PON sekarang. Tuan rumah yakni Papua, seperti ada niat untuk menguasai nomor. Kita sih tetap ikut regulasi saja,” katanya.

Eri mebambahkan, persoalan ini menjadi pertanyaan setiap pengurus di tiap daerah di Jawa Barat. Meski begitu, Pengda tidak bisa berbuat banyak untuk bisa menambah kuota.

“Memang sempat dipertanyakan tiap daerah. Tapi, ya memang enggak bisa berbuat banyak juga,” tuturnya.

Sementara itu, terkait lokasi pertandingan sendiri, PB sudah menetapkan yakni di Sirkuit Bumi Perkemahan Jayapura, Papua. Dalam memaksimalkan, seleksi atlet Jabar akan di prioritaskan. Sejauh ini, kata Eri, venue Bandung dan Sirkuit Kabupaten Bekasi sudah ditandai.

“BK juga, kita masih belum menentukan. Mungkin akan di Kabupaten Bekasi atau di Bandung. Tapi, kita masih menyesuaikan dengan anggaran juga,” bebernya.

Terpisah, Bina Prestasi (Binpres) Perserosi Kabupaten Bekasi, Diding Arisman mengakui akan adanya regulasi tersebut.

“Kita sempat mempertanyakan. Tapi intinya, kita ikut aturan yang dikeluarkan Pengda,” tukasnya. (dan)

Related Articles

Back to top button