Berita Utama

Polisi Panggil Lima Konsumen Perumahan BSI

Radarbekasi.id – Sebanyak lima orang konsumen Perumahaan Bumi Satria Indah memenuhi panggilan penyelidik Polres Metro Bekasi, Rabu (27/2). Pemanggilan ini dilakukan guna menindaklanjuti laporan dari para konsumen itu terkait dugaan penipuan pada Minggu (24/2) lalu.

Salah satu konsumen, Hari Santoso mengatakan, pihak kepolisian menanyakan kronologi dugaan penipuan tersebut. “Hari ini ada sepuluh orang yang datang, tapi yang diperiksa lima orang. Termasuk saya,” ucapnya di Mapolres Metro Bekasi kemarin.

Ia menyatakan, pemanggilan akan kembali dilakukan untuk empat orang konsumen hari ini, Kamis (28/2). Khususnya, kepada 73 dari 81 konsumen yang sudah menyerahkan berkas ke pihak kepolisian

Dirinya menjelaskan, berkas yang diminta antara lain yakni fotokopi kuitansi, brosur, USB berisi percakapan antara konsumen dengan pihak pengembang, surat perjanjian pengembalian uang pada 31 Agustus 2018.

Kemudian, bukti pengembalian uang yang telah diterima oleh 33 konsumen. Jumlah uang yang dikembalikan bervariasi. Mulai dari Rp1 juta, Rp3 juta, dan paling besar Rp5.5 juta.

“Sebenarnya data yang ada 81 konsumen, tapi selebihnya belum menyerahkan berkas,” tuturnya.

Ia menyatakan, sejauh ini pihak pengembang berjanji akan mengembalikan uang seluruh konsumen pada 28 Februari 2019 mendatang.

“Kita masih menunggu itikad baik mereka. Kalau ternyata mangkir, kita akan terus melanjutkan sampai proses pidana dengan penipuan,” tegasnya.

Sementara itu, Kabag Humas Polres Metro Bekasi, AKP Sunardi membenarkan pemanggilan kepada lima orang konsumen Perumahaan Bumi Satria Indah.

Namun, ia belum dapat memberikan keterangan lebih dalam terkait pemanggilan itu. “Iya tadi sudah ada yang dipanggil lima orang, untuk selanjutnya saya belum bisa berkomentar,” ujarnya.

Sebelumnya, puluhan konsumen Perumahaan Bumi Satria Indah yang berlokasi di Desa Satriajaya melapor ke Polres Metro Bekasi atas dugaan penipuan yang dilakukan pihak pengembang perumahaan, Minggu (24/2).

Konsumen Perumahaan Bumi Satria Indah, Meidi menjelaskan, mengetahui informasi penjualan Perumahaan Bumi Satria Indah dari internet pada sekitar tahun 2015 silam.

Ia tertarik untuk membelinya, Karena, harga rumah tersebut Rp126 juta. Angsurannya hanya Rp963 ribu untuk 15 tahun.

Kemudian, ia mendapatkan nomor pihak perumahan. Selanjutnya, Meidi menghubungi dan menanyakan lokasi perumahan untuk melakukan survei. Kala itu, Meidi meminta kerabatnya untuk melihat lokasi. Lalu, ia membayar booking fee Rp1 juta pada 17 April 2015.

Ia diharuskan membayar uang muka rumah sebesar Rp29.750.000. Jumlah tersebut telah ditambah dengan kelebihan tanah hook seluas 37 meter.

Dirinya diwajibkan untuk mengangsur uang muka sebanyak 10 kali dengan jumlah Rp5.975.000 /bulan. Namun, setelah sembilan kali membayar angsuran rumah tersebut tidak kunjung dibangun. Padahal, uang yang telah masuk ke pengembang ialah sebesar Rp54.775.000. (pra)

Related Articles

Back to top button