Politik

Sepi Peminat, Pengawas TPS Tak Penuhi Kuota

Radarbekasi.id – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bekasi memutuskan untuk memperpanjang waktu pendaftaran Pengawas di Tempat Pemungutan Suara (PTPS). Sebelumnya, pendaftaran sudah dibuka sejak 11-21 Februari 2019, namun hingga batas akhir, yang mendaftar baru sekitar 7.500 orang.

Jumlah itu masih jauh dari kebutuhan untuk pengawas, di mana jumlah TPS di Kabupaten Bekasi mencapai 7.951.

Perhitungan ini sesuai juknis yang menyebutkan perekrutan pengawas adalah dua kali jumlah TPS. Teknisnya, satu orang akan ditugaskan sebagai PTPS, sementara yang lain untuk cadangan jika sewaktu-waktu ada pengawas yang mengundurkan diri.

“Kuotanya masih kurang, padahal masa pendaftaran sudah diperpanjang sampai Rabu (27/2) (kemarin, Red),” ujar Ketua Bawaslu Kabupaten Bekasi, Syaiful Bahri.

Kabupaten Bekasi sendiri membutuhkan 7.951 pengawas TPS yang tersebar di 23 kecamatan. Masing-masing TPS akan diawasi oleh satu orang petugas dengan masa kerja satu bulan. Namun diprioritaskan pada hari H pemilu, yakni 17 April 2019.

Adapun persyaratan mendaftar PTPS, kata Syaiful, antara lain usia minimal 25 tahun, pendidikan paling rendah SMA/sederajat, dan tidak terlibat partai politik. Pendaftaran dilakukan di kantor Panwaslu kecamatan terdekat. Nantinya para calon akan menjalani seleksi administrasi dan tes wawancara. Hasilnya diumumkan pada 8-12 Maret mendatang.

Ditambahkan Syaiful, masih ada kekurangan sebanyak 1.988 pendaftar. “Angka yang cukup banyak. Belum lagi kalau nanti ada penambahan TPS bagi pemilih tambahan, otomatis kebutuhan pengawas juga akan bertambah,” terangnya.

Ia beralasan, warga yang ingin mendaftar sebagai pengawas TPS itu kendalanya adalah usia dan ijazah. “Kebanyakan yang daftar sebagai pengawas TPS lulusan SMP, sementara yang lulusan SMA sudah kerja,” tandas Syaiful. (pra)

Related Articles

Back to top button