Berita Utama

Bawaslu Ajak Santri Jadi Pengawas Partisipatif Pemilu

Radarbekasi.id – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Barat mengadakan sosialisasi pengawasan partisipatif kepada ratusan santri dari 30 pondok pesantren yang ada di Kabupaten Bekasi..

Ketua Bawaslu Jawa Barat, Abdullah menyampaikan, sosialisasi pemilu calon legislatif dan pemilihan presiden kepada santri penting dilakukan untuk meningkatkan partisipasi pemilih saat Pemilu 17 April 2019 mendatang .

“Yang kedua, juga mengajak santri ini menjadi pengawas partisipatif, yakni mengawal setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS),” ujar Abdullah, Jumat (1/3).

Ia mengatakan, paradigma santri yang kerap dikesampingkan dalam ajang pesta politik lima tahunan ini (pemilu), tak boleh lagi terjadi. Santri harus menjadi duta pemilu, sekaligus pengawas jalannya pemilu yang jujur dan adil.

“Catatan ke belakang, santri sering dijadikan obyek yang dinilai mudah dibeli, mudah dikondisikan dan sebagainya. Nah saat ini berbeda, mereka lebih memahami harus seperti apa,” bebernya.

Menurut Abdullah, pemilu demokrasi di Indonesia tersandra oleh praktek-peaktek pola dan prilaku yang bukan sebagai dasar memperkuat nilai demokrasi. Misalkan, politik dengan narasi kebencian, fitnah, dan politik transaksional.

Contohnya politik uang (money politik), karena itu bukan jamannya lagi, tapi sudah merupakan kejahatan pemilu. “Kami harapkan prilaku seperti itu harus dilawan, dan santri ada modal dengan nilai keharipan, nilai ke agamaan, nilai kebersamaan, dan nilai kebenaran untuk menularka kepada masyarakat,” ujar Abdullah.

“Kami juga akan memberikan sosialisasi dan pengawasan partisipatif pemilu kepada semua santri yang ada di Jawa Barat, baik kota maupun kabupaten,” tandas Abdullah. (pra) 

Tags
Lebihkan

Artikel terkait

Lihat Juga

Close
Close
Close