Politik

Bawaslu Pastikan Tidak Ada WNA yang Masuk DPT

Radarbekasi.id – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bekasi, memastikan hingga saat ini belum menemukan ada Warga Negara Asing (WNA) di Kabupaten Bekasi yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT)

untuk Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 mendatang.

“Sejauh ini kami belum menemukan WNA yang masuk di dalam DPT,” ujar  Devisi Pengawasan Hubungan Antara Lembaga dan Humas THL Bawaslu Kabupaten Bekasi, Akbar Khadafi, Kamis (7/3).

Kepastian itu, kata dia, lantaran sejak awal Bawaslu Kabuoaten Bekasi selalu melakukan rapat dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) agar penyusunan DPT didasarkan pada data dokumen kependudukan faktual, meliputi Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-EL) dan Kartu Keluarga (KK).

Sebab dari dokumen KTP dan KK itulah bisa memastikan agar pemilih yang masuk DPT adalah benar adanya, termasuk WNA.

Berdasarkan data dari Disdukcapil, WNA yang ada di Kabupaten Bekasi sebanyak 81 orang, lima diantaranya sudah mempunyai KTP-EL, dan 76 orang lagi telah melakukan perekaman, tapi belum mempunyai surat keterangan.

“Di Kabupaten Bekasi ada 81 WNA yang terdata di Disducapil, dan kami sudah cek,” terang Akbar.

Menurutnya, setelah mendapatkan data dari Disdukcapil, Bawaslu langsung melakukan sinkroniasi ke DPT HP dua, ternyata tidak ditemukam WNA di Kabupaten Bekasi yang masuk DPT. Menurut Pasal 198 kaitan dengan hak pilih, bahwa yang berhak memilih hanya Warga Negara Indonesia (WNI) yang sudah berusia di atas 17 tahun.

“Kami pastikan tidak ada WNA yang masuk DPT di Pemilu 2019. Sebab kami telah cek semuanya,” tegas Akbar.

Mengenai lima orang WNA yang sduah memiliki KTP-EL, tambah Akbar, itu berdasarkan Undang-undang kewarganegaraan serta ke imigrasian. “Ketika WNA sudah memiliki Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP), maka mereka bisa memiliki KTP-El, akan tetapi di KTP tersebut dituliskam negara asal mereka,” ucapnya.

“Jenis KTP-El WNA memang sama dengan WNI, namun fungsi KTP-EL WNA dibatasi hanya sampai lima tahun, dan tertera negara asal mereka,” pungkas Akbar.

Dia mengakui, sebelumnya ke khawatiran Bawaslu cukup besar mengenai WNA di Kabupaten Bekasi, karena disini sebagai kawasan industri yang besar, sehingga banyak WNA yang tinggal. Maka dari itu, pihaknya harus ekstra hati-hati.

“Makanya kami bergerak cepat dan langsung berkoordinasi dengan  Disdukcapil, untuk memastikan WNA tidak ada yang masuk DPT,” tandas Akbar. (pra)

Tags
Lebihkan

Artikel terkait

Close
Close