CikarangKriminal

Kesal dan Cemburu, Suami Bunuh Istri

Radarbekasi.id – Entah setan apa yang merasuki S (27) hingga tega menghabisi nyawa istrinya sendiri bersama sang teman M. Akibatnya, dia harus meringkuk di sel Polsek Serang Baru, Rabu (6/3).

Necih (29), korban, ditemukan dalam kondisi membusuk di kasurnya, di sebuah rumah di Kampung Gebang, Desa Sirna Jati, Selasa (4/3. Itu bermula dari bau busuk yang dicium warga setempat.

Penemuan mayat korban berawal saat warga bernama Boyah berjalan disamping rumah korban, dan mencium aroma tidak sedap dari dalam rumah korban. Karena penasaran, ia memutuskan untuk masuk ke dalam rumah, dan kondisi rumah saat itu tidak terkunci.

Saat masuk ke dalam rumah korban, ia mencium aroma bau yang semakin menyengat, dan melihat kaki di dalam kamar korban. Tapi ia tidak berani untuk melihat ke dalam kamar, dan ia memutuskan untuk keluar, dan memberi tahu ke warga lain.

“Karena mencium bau, saya membuka pintu rumah korban, dan melihat ada kaki, lalu saya pergi mengasih tahu warga lain. Saya tidak melihat korban saat itu,” tutur Boyah saat ditemui di rumah korban, Rabu (7/3).

Mendengar laporan dari warga, Kepala Desa Sirnajaya, Ayoh Suryanto langsung mendatangi rumah korban, bersama dengan warga langsung melihat kedalam, dan melihat ada jenazah yang tergelatak didalam kamar, dengan kondisi yang sudah membusuk.

Kata Ayoh, kondisi rumah tangga korban memang tidak harmonis, karena sering berantam, dan keduanya sering tidak ada dirumah, sehingga tidak ada kecurigaan dari warga bahwa di dalam rumah ini ada korban pembunuhan. Ayoh menambahkan, menurut informasi warga, suami istri ini sudah pisang ranjang, makanya jarang ada di rumah.

“Korban ini karyawan pabrik, kalau suaminya serabutan. Sebelumnya warga memang sering mendengar keduanya berantem,” jelasnya.

Polisi yang mendapat laporan adanya penemuan mayat, langsung mendatangi lokasi, dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Kapolsek Serang Baru, AKP Wito menjelaskan, pada awalnya, S berpura-pura tidak tahu atas kejadian itu. Bahkan dia turut memberi kesaksian palsu kepada polisi.

“Hasil penyelidikan mengarah pada pelaku S. Kemudian kami tangkap satu jam setelah olah TKP. Kemudian empat jam kemudian pelaku M berhasil ditangkap,” terangnya.

Wito menjelaskan, kekesalan terhadap ucapan sang istri menjadi pemicu ide pembunuhan menghampiri S.

Selain itu, pelaku juga cemburu terhadap korban karena ketahuan berkomunikasi dengan pria lain. Dia berencana dan mengutarakannya kepada M, teman masa kecil, pada 26 Februari.

Setelah beraksi, S membiarkan M membawa motor Honda Scoopy bernopol B 4999 FNW dan ponsel korban supaya pembunuhan itu terkesan adalah perampokan sadis.

Mayat korban juga ditutupi sprei ungu, kemudian pelaku S pulang ke rumah orang tuanya. Esok paginya, pelaku mengambil anaknya, HK (4) yang tertidur di samping mayat ibunya.

“Pelaku (suami korban) awalnya tidak mengaku, karena dia merencakan ini seolah-olah pencurian dengan kekerasaan. Namun setelah kami lakukan introgasi, akhirnya dia mengaku,” jelasnya saat ungkap kasus di Polsek Serang Baru, Rabu (7/3).

Dalam menjalankan aksinya, S mengaku tidak sendiri, ia bersama temannya berinisial M. Pelaku M sendiri ditangkap di rumahnya yang tidak jauh dari TKP. Mereka berdua sudah merencanakan aksinya pada Selasa 26 Februari 2019. Saat itu, pelaku S mendatangi rumah pelaku M, dan menceritakan masalah yang terjadi di dalam rumah tangganya.

Lalu pada hari itu, pukul 17:00 sore, mereka berdua merencanakan pembunuhan terhadap Necih (istri S). Setelah mendapat kesepakatan, pada Rabu, 27 Februari 2019 pukul 01:00 dini hari, S mengajak M ke rumahnya untuk melakukan rencananya.

Saat itu, mereka berdua masuk dari pintu belakang, setelah berada didalam rumah, S melihat istrinya sedang tidur bersama anaknya didalam kamar. Pelaku S langsung memberikan kode kepada M agar masuk ke dalam kamar, dan melakukan rencananya.

Lalu pelaku M masuk ke dalam kamar, dan langsung membekap korban dengan handuk dan bantal, kemudian mencekik leher korban, sementara untuk pelaku S (suami korban) memegangi tangan dan kaki agar tidak berontak, karena disebelah korban ada anaknya yang sedang tidur.

Melihat istrinya sudah tidak bernyawa, pelaku S langsung membawa anaknya pergi, lalu membawa motor, dan dompet korban. Agar kejadian ini seolah – olah perampokan.

Dari lokasi, Polisi menyita sejumlah barang, antara lain motor korban, ponsel korban, bantal handuk kecil dan lainnya.

“Pelaku terancam Pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman pidana seumur hidup atau 20 tahun penjara,” pungkas Wito. (pra)

Tags
Lebihkan

Artikel terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ten + 20 =

Close