Berita Utama

Manik Tewas Dihantam Tabung Gas

Radarbekasi.id – Misteri pembunuhan Eljon Manik (47) yang jasadnya ditemukan dalam karung yang dibungkus plastik di Kali Cibening Jakasampurna, Kota Bekasi Senin (4/3) lalu akhirnya terkuak. Korban meregang nyawa setelah dihantam menggunakan tabung gas 3 kilogram sebanyak tujuh kali dan diinjak.

Aksi itu terungkap lewat proses rekonstruksi yang menghadirkan tersangka Daeng (54) beserta Wati (28). Keduanya berhasil diringkus tidak lama pasca penemuan jasad korban. Rekonstruksi dilakukan di dua tempat. Pertama adalah lokasi dilakukannya pembunuhan sadis dan tempat kedua di Kali Cibening, lokasi dibuangnya jasad Eljon. Pembunuhan diduga akibat cinta segitiga dan perebutan bayi yang dilahirkan Wati. Antara pelaku dan korban diketahui sama-sama menjalin hubungan dengan Wati. Pada proses rekonstruksi, peristiwa pembunuhan terjadi setelah Eljon Manik pada Sabtu (2/3) pagi datang ke kontrakan tersangka. Berdasarkan adegan rekonstruksi, Manik ingin mengambil bayi laki-laki yang baru dilahirkan Wati.

“Pintu dibukakan, kemudian korban langsung masuk ke dalam kamar, langsung mencari Wati dengan tujuan mengambil bayinya sambil mengatakan ‘mana anak yang sama Wati?,” kata Kanit III Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKP Herman Edco yang menghadiri rekonstruksi kejadian yang berlangsung di kamar Kontrakan di dekat Gudang Arang, Jalan Caman Utara, Jakasampurna, Bekasi Barat, Selasa, (11/3).

Manik yang berhasil membawa bayi coba dihadang oleh Daeng . Cekcok antar keduanya berlanjut hingga akhirnya Daeng menghantam kepala korban tepat di bagian wajah sebelah kiri menggunakan gas 3 kilogram. Korban tersungkur bersama bayi yang digendongnya.

Melihat Manik tersungkur Wati bergegas mengambil bayi dari tangan korban dan membawanya ketempat tidur. Aksi pemukulan berlanjut. Daeng kembali mengangkat tubuh Manik yang tersungkur dan meghantamkan gas 3 kilogram tersebut ke kepala Manik sebanyak enam kali. Memastikan korban tak berdaya, tersangka kembali menginjak-injak tubuh korban. Setelah korban dipastikan tidak bergerak, Daeng mencari tali karet ban, ditumpukan karung arang. Daeng meminta karung dari saksi dua yang sedang mengayak arang, dan kembali ke dapur untuk mengikat dan membungkus mayat korban. Korban dipindahkan ke Gudang arang yang kosong kemudian ditutup lemari sebelum dibungkus plastik dan dibuang ke Kali Cibening pada Minggu (3/3) dinihari.

”Setelah ini korban melakukan aktivitas seperti semula, besoknya masih bekerja sebagai ojek pangkalan,” tambah Herman.

Rekontruksi juga dilakukan di lokasi penemuan jasad Manik yang berjarak tidak jauh dari rumah kontrakan Wati.

Pada TKP kedua ini dilakukan dua adegan dimana Daeng membawa jasad Eljon Manik dan membuangnya di Kali Cibening. Pada TKP kedua ini reka adegan berlangsung selama 30 menit.

Herman menjelaskan bahwa Daeng membawa jasad Manik dan membuangnya Minggu (3/3) sekitar pukul 02.00 dinihari. Daeng diketahui sengaja turun ke kali untuk mengikat jasad korban pada jembatan yang ada diatasnya supaya tidak diketahui orang lain.

”Jadi masing-masing dari korban maupun tersangka yang laki-lakimeyakini itu adalah anak mereka. Karena si tersangkaperempuan berhubungan dengan korban maupun si tersangka (Daeng) tanpa ada hubungan yang sah,” imbuhnya. Sejauh ini bayi yang baru berusia duabulan itu dititipkan di panti sosial.

Sementara, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono usai rekontruksi mengatakan, adegan pemukulan dengan tabung gas tersebut memang dilakukan untuk menghabisi korban.

“Ya memang itu dilakukan di adegan untuk menghabisi korban. Tapi, jangan keliru bahwa saat dipukul atau dihantam dengan tabung gas itu tidak langsung meninggal. Korban dipukul di adegan sepuluh dan sebelas yaitu dikamar dapur dekat kamar tidur,” katanya Akibat dari perbuatannya para tersangka diancam dengan pasal 340 dan 351 dengan ancaman hukuman seumur hidup.

“Ini kita kenakan pasal 340 dan 351, ancamannya seumur hidup, nantikita lihat, pasalnya kan itu, nanti yang mengerti perannya kan hakimya,” imbuhnya.

Pantauan Radar Bekasi, kedua lokasi reka adegan dipadati wargayang ingin menyaksikan pembunuhan keji tersebut.Warga mengikuti reka adegan dari satu lokasi ke lokasi berikutnya.Setiap adegan yang diperagakan kekesalan warga pun diluapkan dalam bentuk makian kepada Daeng.

Salah satu warga, Erni (63) mengaku kesal dengan perbuatan keduatersangka. Ia menyesalkan kepergian Manik yang selama ini dikenal baikdan ramah dilingkungan tersebut.

Erni menjelaskan, Manik memang bukan warga sekitar, ia tinggal diKampung Dua bersebrangan dengan kampung tersebut. Namun korban seringkali terlihat di lingkungan tersebut. Ia pun mengetahui pekerjaan Manik sehari-hari sebagai tukang tambal ban.

“ Si Manik baik orangnya, nggak tau apa-apa dia baik, bukan karena diasudah meninggal ya, tapi memang baik cuma agak ngga jelas ngomongnya,” katanya saat dijumpai di sekitar lokasi reka adegan pertama.

Diketahui oleh Erni bahwa pada saat terakhir menjalin hubungan dengan Manik, Wati sudah mengandung tiga bulan.

Erni bersama dengan warga lainnya pun heran karena tidak mengetahui saat Daeng membawa jasad Manik untuk dibuang, padahal dilingkungan tersebut diakui oleh Erni cukup ramai.

Sejauh ini polisi menetapkan Daeng sebagai tersangka pembunuhan, sementara Wati diketahui melakukan pencurian barang milik Manik dan menyembunyikan perihal kematian Manik. (sur)

Lebihkan

Artikel terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × 3 =

Close