Berita Utama

Khawatir Tak Maksimal Kirim Atlet

Radarbekasi.id – Sejumlah cabang olahraga (cabor) di Kabupaten Bekasi khawatir tidak maksimal mengirim atlet pada PON XX 2020 Papua karena belum adanya bantuan dari KONI setempat.

“Bantuan untuk tiap cabor belum ada dari KONI Kabupaten Bekasi. Kita khawatir enggak bisa ngirim atlet pada tiap tahapan seleksi atlet PON di Jawa Barat,” ujar Ketua Bina Prestasi Persatuan Layar Seluruh Indonesia (Porlasi) Kabupaten Bekasi, Subakti, saat ditemui Radar Bekasi di Komplek Pemda Rabu (13/3).

Menurut dia, dalam proses ini bukan hanya dirasakan oleh atlet Porlasi. Karena dalam tahapan seleksi Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) PON Jawa Barat berlaku pada semua cabang olahraga.

“Kemarin sudah masukin proposal untuk Kejurda. Sudah menghadap KONI, katanya kosong anggaran,” ujarnya.

Padahal, kata dia, bila KONI paham akan olahraga, Januari, Februari, Maret, dan April merupakan tahapan penting bagi semua cabang olahraga di Kabupaten Bekasi.

Apalagi, pada 21 hingga 23 Maret Porlasi akan menghadapi kejuaraan daerah di Jatiluhur. Seharusnya KONI bisa memberikan solusi karena Kejurda merupakan penentu atlet binaan.

“Selama ini kita enggak pernah minta. Anggaran binaan tahun lalu juga kita enggak ada. Kejurda ini penentu, mestinya ada dukungan. Mungkin cabor lain sama jua merasakan ini,” katanya.

Dikatakan Subakti, kini pihaknya tengah berusaha untuk mencari anggaran ke pihak lain. “Kita juga di tingkat pengcab lagi berupaya. Kalau enggak ada anggaran, mau pinjem. Dan minta pertolongan pada semua pihak. Kebutuhan lebih dari Rp15 juta saja kok,” tuturnya.

Subakti menyampaikan, dalam seleksi Pelatda PON ada beberapa tahap. Setiap cabang olahraga penentuannya bermacam-macam. Untuk Porlasi, atlet harus mengikuti setiap tahapan dari mulai Kejurda, Kejurnas dan seleksi akhir menuju Pelatda Jawa Barat.

Sementara itu, Ketua Umum Cabor Persatuan Dayung Seluruh Indonesia (Podsi) Kabupaten Bekasi, Beny Saputra, mengakui akan kondisi tersebut. Namun, pihaknya enggan memaksakan kondisi yang saat ini dirasakan setiap cabang olahraga.

“Kita sendiri memanfaatkan yang ada saja. Soal anggaran, kita maksimalkan yang ada intinya,” ujarnya.

Diketahui, beberapa tahapan akan dijalankan untuk seleksi atlet di Podsi. Pada Februari 2019, tahapan sleksi pertama sudah bisa dijalankan atlet di Danau Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta.

“Iya, kita sedang mempersiapkan untuk tahapan ke dua,” tukasnya.

Sedangkan Wakil Bendahara Umum KONI Kabupaten Bekasi, Jemy Riswana enggan bersepekulasi. Kata dia, anggaran hibah KONI saat ini belum ada.

“Anggaran KONI ada setelah pemilihan presiden. Itu aja,” tukasnya. (dan)

Lebihkan

Artikel terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × three =

Close