Berita Utama

Selundupkan Narkoba ke Tahanan

Radarbekasi.id – Dua wanita kepergok saat akan menyelundupkan narkoba ke dalam tahanan. Keduanya sama-sama ingin memasok narkoba kepada laki-laki yang diketahui suami dan pacarnya.

Wanita pertama, IF (46) terpergok akan menyelundupkan narkoba jenis ganja seberat 9,5 gram di Lapas kelas 2A Bekasi. Barang haram tersebut diketahui akan diberikan kepada suami tersangka yang lebih dahulu ditahan dengan kasus narkoba.

Kejadian berawal ketika IF berniat untuk menjenguk suaminya yang berada didalam lapas. Namun belum sempat bertemu dengan suaminya, IF terpergok petugas lapas menjatuhkan bungkusan berisi barang haram yang awalnya tidak diakui sebagai miliknya.

“Si wanita tersebut saat diperiksa itu memang tidak diketemukan (ganja), karena disembunyikan di pinggangnya. Saat petugas lapas memanggil teman wanitanya yang lain, tiba-tiba bungkusan yang berupa narkoba ganja itu di jatuhkan, dibuang, ditendang kepojok ruangan,” kata Wakasat Narkoba, Kompol Suwolo Seto di Mapolresto Bekasi Kota, Rabu (13/3).

Mendapati bungkusan aneh yang mulanya tidak ada di ruangan periksa lapas, petugas lapas berkoordinasi dengan Satnarkoba Polres Metro Bekasi Kota. Setelah diinterogasi akhirnya IF mengakui bahwa barang haram tersebut adalah miliknya.

Penyelidikan dilanjutkan kerumah tersangka yang beralamat di Jalan Kenanga Raya nomor 11, Kelurahan Arenjaya, Kecamatan Bekasi Timur. Disana ditemukan kembali ganja seberat 262,56 gram, sabu seberat 2,08 gram dan dua butir pil ekstasi yang ditemukan didalam remot AC.

Sementara pada 11 Maret lalu, satu wanita yang diketahui berinisial ME (35) dibekuk saat akan menyelundupkan barang haram jenis sabu yang ia masukkan kedalam pisang molen untuk diberikan kepada pacarnya yang diketahui berinisial AB dirutan Polres Metro Bekasi Kota.

Kompol Seto menjelaskan, ME saat itu berniat untuk menjenguk tersangka AB, pukul 14.30 ketika waktu jenguk sudah habis. Mendapati kenyataan itu, ME menitipkan makanan berupa gorengan yang ia bawa kepada petugas jaga tahanan.

Petugas yang curiga terhadap makanan yang dibawa oleh tersangka, memeriksa dan mendapati salah satu pisang molen yang sudah bolong ternyata berisi sabu.

“Barang bukti tersebut berat utuh 1,13 gram, dan merupakan pengakuan dari tersangka M atau E ini ternyata pemiliknya dari rekannya yang bernama AB,” ungkapnya.

Kompol Seto menuturkan, motif dari kedua wanita untuk menyelundupkan barang haram tersebut atas permintaan dari laki-laki yang keduanya sudah lebih dulu ditahan dengan kasus narkoba yakni suami dan pacar dari kedua wanita yang ditangkap.

Polisi sementara ini menetapkan kedua wanita sebagai perantara dalam kasus ini. ME diketahui baru pertama kali melakukan hal ini, sementara IF mengaku sudah ketiga kalinya melakukan hal yang sama.

“Ini pertama kali (ME), karena barangnya cuma ini, tinggal ini doang. Kalau yang dilapas sudah tiga kali, dua kali lolos, nah ini yang ketiga kalinya menurut pengakuan dia,” imbuhnya.

Kedua tersangka masing-masing IF dijerat dengan pasal 114, 111 dan 112 dengan ancaman hukuman lima sampai dengan 20 tahun penjara. Sementara ME dijerat dengan pasal 114 dan 112 dengan ancaman hukuman lima sampai 20 tahun penjara. (sur)

Lebihkan

Artikel terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two + seven =

Close