Berita Utama

TPA Tetap Ditutup

Buka Paksa Tunggu Hasil Rapat

Radarbekasi.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi menimbang untuk membuka paksa Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng. Padahal, pada Rabu (13/2), Pemkab sempat berencana untuk membuka paksa TPA tersebut jika masih ditutup masyarakat setempat sampai dengan Kamis (14/3).

Warga Desa Burangkeng bersama dengan Tim 17 tetap tidak mau membuka TPA Burangkeng sampai dengan kemarin. Meskipun, Pemkab Bekasi mengancam akan membuka paksa.

Ketua Tim 17 TPA Burangkeng, Ali Gunawan mengatakan, warga akan terus bertahan selama belum ada kepastian mengenai kompensasi berupa uang.

“Kalau untuk buka paksa kemungkinan diupayakan tidak ada. Warga tidak akan membuka TPA karena belum ada kepastian mengenai kompensasi uang,” kata Ali kepada Radar Bekasi kemarin.

Menurut dia, Pemkab Bekasi seharusnya tidak kaku dan mencari solusi agar warga mendapatkan kompensasi berupa uang.

Ali menjelaskan, warga meminta kompensasi berupa uang karena faktor kecemburuan sosial dengan warga di sekitar TPA Sumurbatu dan TPST Bantargebang, Kota Bekasi.

Pasalnya, setiap tiga bulan sekali warga yang tinggal disekitar TPA Sumurbatu mengambil uang kompensasi di bank pemerintah yang ada di dekat TPA Burangkeng.

“BJB ada di Burangkeng, hampir tiga bulan sekali warga sumur batu mengantri di BJB Burangkeng mengambil uang kompensasi sampah. Sementara warga Burangkeng sendiri yang jelas ada TPA tidak dapat apa-apa. Sehingga disitu ada kecemburuan sosial,” bebernya.

Namun, Ali belum dapat memastikan berapa banyak warga Desa Burangkeng yang akan mendapatkan uang kompensasi.

“Kalau untuk jumlah kita perlu pendataan lagi, kalau emang sudah dikabulkan, baru didata, tapi karena belum ada, makanya kita belum sampai pendataan,” kata Ali.

Mengenai sikap warga yang akan tetap bertahan, Camat Setu, Surya Wijaya mengatakan, pihaknya sudah menggelar rapat bersama dengan warga setempat. Namun, belum ada kesimpulan untuk membuka TPA Burangkeng.

Kendati demikian, dirinya berharap agar warga membuka TPA tersebut. Karena, pemerintah tidak ingin bersinggungan dengan warga perihal tersebut.

“Saya belum menyimpulkan kapan dibukanya, karena tugas saya hanya melakukan pendekatan, mengenai pembukaan kita tunggu hari ini, karena informasi mau ada rapat internal Tim 17. Saya berharap agar bisa dibuka,” ujarnya.

Terpisah, Asda III Setda Pemkab Bekasi, Suhup mengatakan, pihaknya memberikan waktu untuk warga sampai dengan Pukul 00.00 WIB, Kamis (14/3) agar membuka TPA. Jika tetap ditutup, pihaknya akan kembali menggelar rapat di Gedung Bupati Bekasi pada hari ini, Jumat (15/3).

Hal itu berbeda dengan rencana buka paksa yang ia sampaikan pada Rabu (13/2) lalu.

“Kita tunggu saja, coba dibuka enggak. Kalau memang sampai nanti malam tidak buka, kita sikapi lagi besok (hari ini),” kata Suhup saat dihubungi.

Menurutnya, terdapat aturan teknis untuk membuka TPA yang sudah 11 hari ditutup warga itu. Dengan kata lain, pihaknya tidak dapat serta merta membuka TPA Burangkeng. Meskipun, TPA tersebut dibawah pengelolaan Pemkab Bekasi.

“Artinya tidak membuka secara paksa, tapi membuka dengan bantuan keamanan seperti Satpol PP. Kita tidak akan paksa. Karena pembukaan itu harus diatur teknisnya. Misalkan besok saat rapat harus dibuka, besok akan kita buka,” jelasnya.

Namun, jika rapat memutuskan untuk membuka namun warga tetap melakukan penutupan, pihaknya akan bertindak tegas.

“Jangan sampai ada pihak keamanan yang ke sana untuk membuka. Karena itu masyarakat kita. Tapi kalau misalkan terus-terusan kaya gini, akan ada sikap tegas. Kita kan pemerintah punya kuasa untuk membukanya. Karena itu TPA legal, milik Pemerintah Kabupaten Bekasi,” tukas Suhup.

Menurut Suhup, tindakan tersebut perlu diambil mengingat dampak penutupan yang mulai meresahkan. Karena, terdapat tumpukkan sampah diberbagai titik.

Sementara itu, kata dia, saat ini Pemkab Bekasi masih berupa sebisa mungkin mengakomodir seluruh usalan warga Burangkeng sesuai dengan ketentuan yang ada. (pra)

Lebihkan

Artikel terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

thirteen + twenty =

Close