Berita Utama

Dana BOS Dirampok

Disdik: Kepsek Harus Ganti

Radarbekasi.id – Peristiwa perampokan yang menimpa Kepala Sekolah Dasar Negeri Harapan Baru III dengan modus gembos ban di Jalan KH Muchtar Thabrani Kelurahan Margamulya, Bekasi Utara Senin (18/3) masih didalami pihak kepolisian Polres Metro Bekasi Kota.

Kabag Humas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing menjelaskan, hasil pemeriksaan korban yang diketahui bernama Rita beserta guru berinisial E, uang Rp 110 juta merupakan dana BOS baru diambil korban dari Bank BJB. Sebelumnya ditulis uang Rp100 juta raib milik Kepsek. Korban diduga sudah dibuntuti pelaku usai keluar dari bank.

“Dilihat dari ketarangan korban, ini modus kempes ban, kita masih dalami kasus ini,” ungkapnya.

Erna menambahkan, selain uang tunai dari dana BOS Rp 110 juta, uang sebesar Rp2 juta milik korban juga raib bersama surat-surat berharga. Saat ini, petugas sudah melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa saksi.

“Secepatnya pelakunya kami tangkap, anggota sedang bekerja di lapangan,” tegasnya.

Terpisah, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Inayatullah belum menerima laporan resmi terkait peristiwa yang menimpa Kepala Sekolah (Kepsek) yang diketahui dari SDN Harapan Baru III.

“Sampai sekarang Kepsek belum melapor ke kami, saya melihat kejadian itu di media memang benar terjadi, oleh karena itu kita masih menunggu laporan Kespsek Harba III ke kami,” ucapnya.

Menurutnya, dana Bos yang hilang bukan tanggung jawab Dinas Pendidikan Kota Bekasi, melainkan tanggung jawab Kepsek itu sendiri untuk mengganti uang yang hilang. “Karena kita ada peraturannya yakni, Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi (TP-TGR),”jelasnya

Namun Inay sapaan akrabnya menjelaskan, jika sudah ada laporan masuk pihak Disdik akan meneruskan ke Inspektorat Kota (ITKO).

“Korban ke Polsek  sudah lapor, ke Dinas kan belum , saya belum terima laporannya. Kalau dia sudah lapor ke kami nanti dari situ laporannya akan kita teruskan ke ITKO. Nanti ITKO yang akan memproses gimana prosesnya,” imbuhnya.

Inay juga menyayangkan pihak Kepsek yang mengambil dana BOS senilai Rp 110 juta tanpa pengawalan dari pihak keamanan.

 “Ngambil uang dari dana Bos pusat langsung uang tunai dan seharusnya di kawal minimal 3 orang lah. Ini saat kempes dua duanya turun langsung di ambil tasnya, dan juga seharusnya minta pengamanan kalau bawa uang banyak. Kejadian ini harus jadi pelajaran ke yang lain untuk hati-hati,” terangnya.

Karena dana BOS pusat hilang, kondisi itu diakui Inay  berdampak pada terlambatnya gaji guru di SDN Harapan Baru III.

 “Jadi harus tanggung jawab kepseknya, karena ada aturannya yakni  UU RI nomor 17 tahun 2003 tentang keuangan Negara dalam Pasal 1 ayat 1, berdasarkan peraturan mengganti dengan uang pribadi. Sampai saat ini kita tunggu laporannya,” ungkapnya.

Pihaknya juga menghimbau kepada kepala sekolah yang lainnya jika mengambil dana BOS yang jumlahnya besar untuk meminta bantuan pengawalan. Ia berharap peristiwa yang di alami Kepsek Harba III tidak terulang kembali.  ”Minimal tiga orang untuk mengambil dana Bos,”tandasnya.

Sementara, Radar Bekasi yang coba menyambangi Sekolah SDN Harapan Baru III, Selasa (19/3) korban dijelaskan salah satu pegawai tengah tidak berada ditempat. (pay)

Lebihkan

Artikel terkait

Lihat Juga

Close
Close
Close