Berita Utama

Pelayanan KTP-el Tak Maksimal

Radarbekasi.id – Pelayanan KTP-el di Kabupaten Bekasi dinilai tidak maksimal. Karena, pelayanannya dinilai tidak maksimal dan kurang memperhatikan pelayanan publik.

Warga Desa Wanasari, Kecamatan Cibitung, Erwan Santoso (43) menilai, pelayanan kecamatan pada perekaman dan pencetakan KTP-el kurang profesional. Sebab, dirinya telah menunggu satu tahun lebih namun belum juga mendapatkan KTP-el.

“Parah pelayanan e-KTP, ini sudah dua tiga kali saya bikin Surat keterangan (Suket) administrasi kependudukan. Karena untuk mengurus perpanjang pajak STNK, perlu keterangan administrasi kependudukan, begitu juga kalau mau ke bank. Kan jadi mempersulit kalau harus ngurus Suket dahulu,” ujarnya, Jumat (29/3).

Begitu juga disampaikan oleh warga Kecamatan Babelan, Rais Adnan (27), ia merasa dipersulit saat hendak membuat KTP-el untuk ibunya yang sedang sakit.

“Saya harus bolak balik ke pemda dan kecamatan. Padahal orang tua saya harus dirawat. Karena e-KTP tidak ada dan masih proses. Jadi pelayanan kesehatan agak terhambat,” ujarnya.

Ia berharap, para pemangku jabatan administrasi kependudukan supaya lebih maksimal dalam memberikan pelayanan publik.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bekasi, Ali Syabana menuturkan, kurangnya balnko KTP merupakan suatu masalah yang sulit ditemukan solusinya. Sebab, kata dia, untuk blanko harus dikirim dari Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Disinilah kami merasa sulit untuk memaksimalkan pelayanan e-KTP. Baru saja mendapat sekitar 122 ribu blanko e-KTP. Tapi yang sudah melakukan perekaman sebanyak 500 ribu warga. Jadi angka pemberian tersebut masih kurang untuk memberikan pelayanan publik,” katanya.(and)

Satu Komentar

  1. Bener dari dulu alasan off line, off line dan off line….. identitas wajib dimiliki eh malah dipersulit….biaya mondar mandir waktu kebuang buang….antri ratusan tp pelayanan ga maksimal….pa harus bayarkan?

Close