Berita Utama

40 Persen SL Belum Terlayani

Radarbekasi.id – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Baghasasi belum bisa memberikan pelayanan kepada 40 persen dari 200 ribu potensi Sambungan Langganan (SL) di Kabupaten Bekasi. Hal itu disebabkan karena belum adanya jaringan.

Kabag Hukum dan Humas PDAM Tirta Bhagasasi, Yusmet mengatakan, jumlah pelanggan yang sudah mendapatkan layanan air bersih di Kabupaten Bekasi ada sebanyak 120 ribu Sambungan Langganan (SL).

“Khusus di Kabupaten Bekasi, kami ingin maksimalkan pelayanan dengan melakukan penyambungan jaringan kepada calon SL,”katanya, Senin (1/4).

Menurutnya, ada sekitar 70 ribu warga yang akan menjadi pelanggan atau yang sudah mendaftar. Khusus untuk wilayah Kecamatan Cibarusah, kata dia, sudah terdapat 13 ribu calon SL yang sudah mendaftar.

“Kebetulan tahun ini dari penyertaan modal kami akan menyambungkan jaringan khusus di Cibarusah untuk mengantisipasi kekeringan di wilayah tersebut,” tuturnya.

Yusmet menambahkan, untuk memudahkan pelayanan kepada SL pihaknya melakukan kerjasama dengan Bank Jabar Banten (BJB). Sehingga, SL PDAM Tirta Bhagasasi dapat melakukan pembayaran di Bank tersebut.

“Mulai hari ini, (kemarin, red) dan seterusnya, pelanggan kami sudah bisa membayar tagihan air di bank BJB,” katanya.

Selain dapat melakukan pembayaran secara manual di loket BJB, pelanggan juga diberikan opsi kemudahan fasilitas lain. Yakni, melalui mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM), Mobile Banking, serta Internet Banking BJB.

“Sekarang tidak perlu lagi ke loket PDAM, karena mungkin jauh sedangkan perbankan bisa lebih luas. Dapat melalui ATM atau lewat handphone juga sudah bisa,” kata dia.

Sebelum kerja sama ini, pihaknya telah melakukan kerja sama serupa dengan sejumlah bank. Di antaranya BTN, BNI, BJB Syariah, serta BRI.

Dengan bertambahnya jaringan kerja sama, Yusmet berharap mampu mengakomodir pembayaran pelanggan dari berbagai tempat.

“Nantinya loket PDAM akan ditutup apabila perbankan bisa mengakomodir. Karena bagaimana pun juga kami perlu efisiensi dan masyarakat lebih cepat. Karena kalau mesti ke PDAM loketnya jauh sedangkan perbankan lebih luas,” terangnya.

Kedepan, kerja sama dengan perbankan diharapkan tidak hanya melalui mekanisme pembayaran namun juga dukungan pembiayaan.

“Karena memang di PDAM juga banyak kegiatan, jadi diharapkan dapat saling support (mendukung),” tutupnya.(and)

Related Articles

Back to top button