Cikarang

Diduga Kampanye di Musala, Caleg PKS Diperiksa

Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Bekasi, Khoirudin, mengatakan pihaknya tengah mendalami dugaan pelanggaran yang dilakukan Caleg DPRD Kabupaten Bekasi.

Pelanggaran kampanye diduga dilakukan oleh calon legislatif DPRD Kabupaten Bekasi asal Partai PKS, Puji Lestari. Dugaan pelanggaran kampanye di Musala Darus Sa’ada, Kampung Gebang, Desa Satriajaya, Kecamatan Tambun Utara Kamis (28/3).

Investigasi dilakukan Bawaslu mencari informasi kebenaran kegiatan tersebut dari warga sekitar, dan dari hasil investigasi kegiataan itu benar adanya.

 Karena dugannya pidana, setelah di jadikan temuan, lalu temuan tersebut dibahas di Sentra Gakumdu, yang terdiri dari Polisi dan Jaksa.

“Jadi dugaannya, Caleg ini bagi-bagi alat kampanye di Musala tersebut. Karena diduga sebagai pidana, maka yang digunakan Perbawaslu 31 tahun 2018, tentang masalah Sentra Gakumdu,” kata Khoirudin saat dimintai keterangan dikantor Bawaslu, Juma’at (5/4).

Dugaan kampanye ini sesuai pasal 280 pasal 1 huruf h, undang – undang nomor 7 tahun 2017, bahwa tim kampanye, peserta, dan tim kampanye dilarang memanfatkan falilitas pemerintah, tempat pendidikan, dan tempat ibadah untuk kampanye.

Untuk sanksinya diatur di pasal 521 Undang – undang nomor 7 tahun 2017, bahwa akan dikenakan pidana. Lalu dalam konteks penanganan pelanggaran ini, ada aturannya di Perbawaslu nomor 7 tahun 2018.

“Setelah kita nyatakan itu suatu temuan dan kita proses, kita punya waktu tujuh hari untuk melakukan pendalaman. Tujuh hari sudah kita lewati, setelah konsultasi oleh polisi dan kejaksaan, kita butuh saksi ahli,” ujarnya.

Menurutnya, sejauh ini sudah memanggil saksi-saksi yang hadir diacara tersebut, seperti Ketua Majelis Ta’lim, dan warga yang ada dilokasi, termasuk Caleg itu sendiri. Total ada sembilan orang.

“Sekarang masih dalam proses penyelidikan, dengan memanggil saksi ahli, lalu setelah 14 hari dan kita rasa cukup, nanti akan kita bahas lagi bersama Sentra Gakumdu,” jelasnya.

“Misalkan semua ini memenuhi unsur, maka prosesnya kita serahkan ke penyelidikan, nanti saya laporkan ke Polres, dan Polres punya waktu 14 hari untuk melakukan penyelidikan,” sambungnya.

Sementara itu, Ketua DPD PKS Kabupaten Bekasi, Muhamad Nuh berkilah kader atau calegnya Puji Lestari melakukan pelanggaran. Nuh menjelaskan, Puji ketika itu diundang oleh panitia yang mengadakan baksos, sebagai medis karena backgroundnya sebagai tenaga kesehatan.

”Lalu, kenapa beliau mau di Musala, karena itu acara baksos yang ada pengobatan gratisnya. Saat beliau sedang fokus mengobati, tidak tahu siapa ada yang membagikan stiker (alat kampanye). Dan dipastikan yang membagikan bukan tim beliau,” jelasnya

Ia menyebut, yang membagian alat kampanye tanpa sepengetahuan caleg.

“Jadi posisi ibu Puji Lestari itu sebagai Medis diacara tersebut. Memang ada yang membagikan alat kampanye, tapi tidak tahu itu siapa. Dan dipastikan itu bukan tim Ibu Puji Lestari,” kata Nuh saat dimintai keterangan melalui telpon. (pra).

Lebihkan

Artikel terkait

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker