Berita Utama

Optimis Lewati Zona Degradasi PON

Radarbekasi.id – Zona degradasi menuju seleksi PON 2020 Papua akan dihadapi tiga atlet panjat tebing asal Kota Bekasi. Mereka adalah Alpian Zuri, Resti Ananda Mirantie dan Firda Hanisa.

Pelatih Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Bekasi, Setiawan Bolil mengatakan, tiga atlet tersebut telah menjalani seleksi bersama 40 atlet lain se-Jawa Barat pada 21 hingga 23 Februari 2019 di Cikole Bandung sebelum masuk seleksi degradasi. Ketiganya merupakan bagian dari 16 atlet yang lolos seleksi tersebut.

“Di zona awal tiga atlet kita berhasil lolos. Masih ada zona lainya yang akan kami hadapi,” katanya kepada Radar Bekasi, Jumat (5/4).

Selanjutnya, mereka akan segera mengikuti seleksi lanjutan sebagai penentu untuk maju PON 2020 Papua tersebut. Lelaki yang akrab disapa Bolil ini optimis tiga atletnya dapat melewati tahapan yang akan dikelurkan oleh Pengurus Provinsi (Pengprov) FPTI Jawa Barat.

“Fase latihan kita sudah dilakukan peningkatan dari sejak Februari 2019. Programnya memang untuk persiapan PON. Kami berharap juga agar seleksi zona penentuan tahap dua segera di keluarkan pengprov. Kami ingin segera bertanding,” katanya.

Bolil memastikan, tahapan penentuan menuju zona PON 2020 Papua akan dijalankan lebih dari tiga kali. Tahap kedua, sampai detik ini belum disampaikan pada atlet yang lolos di seleksi gelombang satu.

“Zona pertama sudah kita lewati. Lalu zona kedua yang saat ini sedang dalam bahasan. Kemudian zona ketiga yakni Babak Kualifikasi (BK) PON. Kita optimis bisa melewati tiap zona yang dikeluarkan Pengprov Jawa Barat,” katanya.

Dalam penentuan atlet, bagi Bolil, Pengprov cukup selektif dalam melakukan pengujian. Sebab atlet yang akan diterjunkan di PON merupakan atlet profesional yang sudah melewati tiap zona dan fase yang dikeluarkan.

Bolil kembali menegaskan, anak didiknya akan lolos seleksi di tiap tahapan PON. “Kita sudah melakukan pembinaan, kalau enggak yakin percuma,” tegasnya.

Apalagi tambah Bolil, FPTI sudah menunjukan hasil maksimal dengan raihan prestasi pada Porda 2018 lalu. Sekadar informasi, FPTI akan mempertandingkan 18 nomor pada gelaran PON nanti.

Jawa Barat dinilai akan bekerja keras pada persaingan di tiap zona seleksi. Pasalnya, wilayah Tanah Pasundan sudah memiliki acuan pada hasil Kejuaraan Nasional 2018 di Solo yang gelar juara umumnya diraih Jawa Timur.

“Jabar memperoleh 1 emas, 2 perak dan 2 perunggu. Jadi, kita memang Jabar sudah memetakan ukuran penilaian atlet-atlet potensial di tiap seleksi agar bisa mengejar target di PON nanti,” tukasnya. (dan)

Related Articles

Back to top button