KesehatanRealtime

Jamkes Watch : Korban Penganiayaan Seharusnya Tercover BPJS

Radarbekasi.id – Layanan kesehatan bagi korban tindak pidana penganiayaan seharusnya dapat dicover Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Demikian hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Pembina Jamkes Watch, Obon Tabroni.

“Kan jelas bahwa BPJS itu mengcover istilahnya universal coverage, mengcover semua penyakit, semua warga negara,” katanya kepada RadarBekasi.id, Senin (4/8).

Menurut Obon, penyebab berkurangnya layanan BPJS Kesehatan yakni terjadinya defisit anggaran BPJS selama beberapa tahun kebelakang.

BACA : Perpres 82 Dinilai Persulit Warga

Oleh karena itu, menurut ia, anggaran pemerintah untuk BPJS Kesehatan harus ditambah.

“Kewajiban dari pemerintah untuk menaikan anggaran bagi BPJS, supaya anggaran BPJS itu jangan defisit. Sehingga, kedepannya tidak ada pengurangan manfaat layanan bagi warga peserta BPJS,” ujarnya.

Diketahui, pada Pasal 52 Perpres 82 tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan disebutkan bahwa, pelayanan kesehatan akibat tindak pidana penganiayaan, kekerasan seksual, korban terorisme, dan tindak pidana perdagangan orang sesuai dengan kentuan perundang undangan tidak dijamin oleh Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).(neo)

Tags
Lebihkan

Artikel terkait

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker