Metropolis

Waspadai Investasi Bodong

Radarbekasi.id – Polres Metro Bekasi Kota mengimbau agar masyarakat bijak dalam berinvestasi. Supaya, tidak menjadi korban penipuan perusahaan berkedok investasi yang ternyata tanpa izin (bodong) dari pemerintah.

Perusahaan – perusahaan tersebut cenderung untuk melakukan penawaran investasi dengan pemberian bunga yang relatif besar. Penawarannya, melalui jejaring media sosial dan sambungan telepon secara acak. Demikian ditegaskan Kasubbag Humas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing.

Dia mengatakan, salah satu perusahaan yang terindetifikasi melakukan modus investasi bodong itu adalah perusahaan GCG Asia. Modus dari perusahaan tersebut yakni dengan menjanjikan bunga yang tinggi. Ketika perbankan Indonesia memberikan bunga lima persen, perusahaan ini berani menjanjikan sampai dengan 22 persen dalam satu bulan. Namun, hal itu merupakan skema money games yang beresiko tinggi (Ponzy).

Perusahaan ini juga mencatut nama dan logo Bank Dukascopy di Swiss untuk menarik investor. “Pelaku meminta korban yang telah berinvestasi untuk menjaring investor lain, untuk meningkatkan kelipatan keuntungan yang diperoleh korban. Setelah banyak korban yang melakukan investasi, pelaku kemudian kabur,” katanya, Selasa (9/4).

Dirinya menghimbau supaya masyarakat dapat berinvestasi di badan usaha yang telah mengantongi izin dari pemerintah. Agar tidak menjadi korban dari modus perusahaan yang tidak terdaftar di pemerintah. “Sejauh ini warga Bekasi belum ada yang menjadi korbannya, makanya kita imbau sejak dini,” tegasnya.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Indarto menambahkan, masyarakat diimbau untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya terkait dengan perusahaan yang akan menjadi tempatnya berinvestasi.

Bagi masyarakat yang telah menjadi korban, dipersilahkan membuat laporan resmi ke pihak kepolisian agar segera dapat ditindaklanjuti. “Warga saya imbau untuk waspada, jika ada korban kami minta warga Bekasi untuk segera melaporkan kepada kami dan langsung kami tindaklanjuti,” ujarnya.

Dikethui, para pelaku yang menjalankan praktik investasi dengan modus di atas dapat dijerat dengan Pasal 372 KHUP tentang Penggelapan. (neo)

Lebihkan

Artikel terkait

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker