PendidikanRealtime

Hapus Dikotomi Senior Junior

ILUSTRASI PENDIDIKAN
ILUSTRASI : Sejumlah siswa saat berada di halaman sekolah. Siswa dan guru sepakat untuk menghapus perbedaan antara senior dan junior dikalangan siswa. CR46/RADAR BEKASI

 

RadarBekasi.id – Dunia pendidikan sangat rentan dengan aksi perundungan atau bullying dikalangan siswa. Untuk itu, dibutuhkan pengawasan yang ketat antara guru dan orang tua siswa. Demikian ditegaskan wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMPN 34 Kota Bekasi, Kuswoyo.

Menurutnya, anggapan senioritas dan junior di dalam pergaulan pelajar harus dihapuskan. Pasalnya, semua siswa mendapatkan hak yang sama untuk memperoleh pedidikan, “Siswa mempunyai hak yang sama bukan berarti yang lebih dulu harus dihormati. Karena tujuan pendidikan membentuk kepribadian yang baik,” tegasnya.

Hal serupa juga dikatakan Humaw SMPN 34 Kota Bekasi, Romshi Kurnia Ningsih. Menurutnya, kakak kelas harus mempu melindungi adik kelasnya, bukan justru sebaliknya dengan mem-bully.

“Seharusnya mereka yang lebih tua atau kaka kelas lebih mengayomi adik kelas dan memberi contoh yang baik seperti perilaku dan etika kepada guru. Saya sebagai guru sering memberikan masukan dan nasehat bahwa tidak ada siswa yang istimewa tidak ada yang super, tidak ada yang di unggulkan semuanya sama. Jadi kita sendiri lebih banyak pendekatkannya dengan psikologis anak,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu siswi SMKN 4 Kota Bekasi, Nanda Salwa (17) menganggap, senioritas tidak penting, “Yang penting sama-sama saling menghargai satu sama lain dan tau batasan-batasannya malah kita sebagai kaka kelas harus ngasih contoh yang baik sih buat  adik kelas kita,” terangnya.

Terpisah, siswi SMP 34 Kota Bekasi,  Nurul (15)  menambahkan, senioritas boleh saja di lingkungan sekolah, asalkan untuk tujuan positif, “Mereka yang baru harus tau bagaimana cara berbicara dan bersikap kepada orang tua dan lain sebagainya,” tandasnya. (cr46)

Tags
Close