PelayananRealtime

Bappeda Optimalkan Program CSR untuk Pembangunan

Kepala Bappeda Kabupaten Bekasi
FOTO BERSAMA: Kepala Bappeda Kabupaten Bekasi, Yuliadi (kiri) berfoto bersama dengan para pengusaha yang mendapatkan piagam sebagai bentuk penghargaan dalam pelaksanaan Program Corporate Social Responsibility (CSR). IST/RADAR BEKASI

Radarbekasi.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bekasi melakukan terobosan baru untuk memercepat proses pembangunan. Yakni, menggandeng perusahaan untuk mengoptimalkan anggaran yang terdapat dalam program Corporate Social Responsibility (CSR).

Kepala Bappeda Kabupaten Bekasi, Yuliadi menuturkan, program tersebut dilaksanakan sejalan dengan Peraturan Daerah (Perda) nomor 06 tahun 2015 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan.

Ia menjelaskan, tim fasilitasi tanggung jawab sosial dan lingkungan bertugas untuk menerima informasi kebutuhan masyarakat yang tidak terakomodir oleh APBD Kabupaten Bekasi.

“Oleh sebab itu melalui program CSR dapat mengarahkan, mengatur kegiatan perusahaan untuk membantu pembangunan di Kabupaten Bekasi. Khususnya, untuk kepentingan masyarakat,” katanya.

Dirinya menyatakan, perlu disadari terdapat sekitar lima ribu perusahaan yang ada di Kabupaten Bekasi. Dengan potensi anggaran yang sangat besar dari program CSR, dinilai dapat membantu menyelesaikan permasalahan di Kabupaten Bekasi.

Yuliadi juga menyampaikan, kegiatan program CSR tahun 2019 di Kabupaten Bekasi bertemakan ‘Inovasi dan Kolaborasi CSR dalam Membangun dan Mensejahterakan Masyarakat Kabupaten Bekasi’. Dengan tema tersebut, pihak swasta diminta berkontribusi membangun dari kampung dalam program Bedah Kampung.

“Kemarin masih bedah rumah. Kami ingin program kedepan mengadakan bedah kampung. Kita harus ada peningkatan, mana kampung-kampung yang kumuh untuk diperbaiki dari dana CSR perusahaan,” kata dia.

Menurutnya, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dibutuhkan kerjasama dari seluruh pihak untuk mempercepat program pembangunan pemerintah.

“Untuk menangani permasalahan ini, terus terang saya tidak bisa melakukannya sendiri dan mengandalkan APBD saja. Karena jumlah anggaran yang dibutuhkan tidaklah sedikit. Jadi, dibutuhkan kontribusi positif dari seluruh elemen agar permasalahan ini bisa diselesaikan demi kesejahteraan masyarakat,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Sosial Budaya dan Ekonomi pada Bappeda Kabupaten Bekasi, Iis Wahyudianto mengatakan, sedikitnya sudah terdapat dua perusahaan yang telah mengajukan diri dalam program Bedah Kampung. Sejauh ini, mereka tertarik akan terobosan baru yang ditawarkan Pemkab Bekasi.

“Selama ini memang CSR lebih kepada lingkungan hidup dan pendidikan seperti penanaman mangrove di Muaragembong atau pembangunan ruang kelas baru. Namun, dengan terobosan baru ini banyak juga yang tertarik,” katanya.

Menurut dia, Bedah Kampung akan menyentuh tiga sektor utama yakni infrastruktur, pendidikan dan ekonomi.

“Pembenahan tiga sektor ini dilakukan dalam satu kampung sehingga bagaimana kesejahteraan kampung dapat terangkat. Sebagai fasilitator, kami akan terus tawarkan ini pada CSR perusahaan-perusahaan,” ujarnya.(and/adv)

Lebihkan

Artikel terkait

Close
Close