Berita UtamaPolitik

Bawaslu Petakan TPS Rawan Konflik

Radarbekasi.id – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Bekasi telah memetakan Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang rawan konflik dan banjir. Hal tersebut perlu dilakukan agar pelaksanaan Pemilu 2019 berjalan aman, lancar, dan damai.

Menurut Komisioner Koordinator Divisi Pengawasan (Bawaslu) Kota Bekasi, Ali Mahyail, pemetaan TPS sudah dilakukan oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) bersama Panitia Pemungutan Suara (PPS) sejak awal April 2019.

“Bawaslu sendiri menekankan agar pemetaan TPS oleh PPK bersama PPS dapat memperhatikan lokasi yang aman dan mudah diakses pemilih. Dan

semoga pada saat hari H tidak hujan mengingat beberapa hari ini cuaca mendung,” ujar Ali kepada Radar Bekasi, Minggu (14/4).

Ia menjelaskan, pada pilpres 2014 lalu, ada 3.030 TPS.

“Dari jumlah tersebut, kami selaku penyelenggara pemilu bersama KPU memiliki pengalaman lokasi TPS yang terjadi rawan banjir seperti di wilayah Kecamatan Rawa Lumbu, Harapan Mulya, dan Jatisampurna. Sedangkan TPS yang rawan konflik terjadi, ada dibeberapa wilayah, diantaranya Kecamatan Bekasi Utara, Pondok Melati, dan Bintara Jaya,” terangnya.

Menurut dia, hasil dari pemetaan tersebut, pihaknya sudah megajukan kepada kepolisian dan TNI setempat untuk dijadikan sebagai rujukan. Sehingga sekecil apapun konflik bisa diminimalisir.

“Hasil pemetaan rawan konflik sudah kami ajukan ke Polres Metro Bekasi Kota dan Kodim 0507, sehingga pada pelaksanaan pilpres dan pileg 2019, berjalan aman dan lancar,” harapnya.

Lanjut Ali, pada pencoblosan 17 April mendatang, pihaknya juga menerjunkan 6.720 Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) sesuai jumlah TPS di Kota Bekasi.

“Mereka akan mengawasi setiap TPS dan langsung mereport laporannya ke Bawaslu, sehingga Bawaslu tahu lebih dulu perhitungan suaranya ketimbang PPK. Sebab PPK itu harus merekap lagi ke kecamatan. Tapi kalau kami langsung rekapan dari PTPS,” beberanya.

Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Nurul Sumarheni mengaku siap mewujudkan Pemilu 2019 yang aman dan damai tanpa ada kecurangan dalam rekapitulasi surat suara Pilpres di 12 kecamatan dan 56 kelurahan di Kota Bekasi.

“Sebagai penyelenggara pemilu, kami siap mewujudkan Pemilu 2019 yang aman dan damai tanpa ada kecurangan. Kami juga akan member perlakuan khusus bagi pemilih penyandang disabilitas, seperti pemberian akses yang mudah saat berada di TPS,” pungkasnya. (cr43)

Tags
Lebihkan

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

two × 3 =

Lihat Juga

Close
Close
Close