Jurnalisme Warga

PEMILIH PEMULA MAU KEMANA ?

Oleh: Afief Ardhila

Radarbekasi.id – Tidak terasa sebentar lagi kita akan memilih wakil rakyat, Presiden dan Wakil Presiden yang dimana KPU menetapkan Pemilu jatuh pada hari rabu tanggal 17 April 2019, Pemilu 2019 tentu berbeda dengan Pemilu 2014, waktu 2014 kita memilih Caleg terlebih dahulu selang berapa bulan kita memilih Capres dan Cawapres.

Untuk di pemilu 2019 sesuai dengan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) kita melaksanakan Pemilihan serentak Calon Legislatif, Capresdan Cawapres dengan 5 (lima) jumlah kertas surat suara dari Capres, DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kab/Kota tentu ini menjadi PR (Pekerjaan Rumah) bagi KPU dan Bawaslu supaya bisa menjamin Warga Negara Indonesia yang sudah minimal 17 tahun bisa ikut memilih.

Data PILGUB Jawa Barat 2018, jumlah Pemilih di Kab.Bekasi berjumlah 1.845.447 sedangkan untuk Pemilu 2019 KPU Kab.Bekasi menetapkan DPT (Daftar Pemilih Tetap) berjumlah 2.054.437 berarti Pemilu 2018 ke Pemilu 2019 jumlah DPT naik 208.990, berarti di tahun 2019 ini banyak pemilih pemula yang akan memilih.

Makanya tidak heran banyak Partai dan Caleg menampilkan gaya “MILLENNIAL” agar bisa meraih suara pemilih pemula. Sebenarnya itu saja tidak cukup dengan menampilkan gaya Millennialnya di Media masa maupun Sosial media kalau Caleg tidak turun langsung dan menemui para pemilih pemula dengan sering mengadakan pertemuan seperti diskusi publik atau ngobrol santai yang sifatnya terbuka untuk umum dan tidak terlalu formal atau kaku.

Jika para pemilih pemula dirangkul dengan baik bisa menjadi penentu kemenangan yang signifikan tetapi kalau nilai-nilai politik yang dipertontonkan oleh para politisi yang kurang baik dan lingkungan yang tidak peduli dengan politik, maka dengan sendirinya mereka akan ikutan dengan tidak memilih di 2019 karena menurut mereka semua politisi sama aja busuknya manis diawal pahit dibelakang.

Untuk itu menjadi tantangan bagi peserta pemilu untuk bisa meyakinkan para pemilih pemula dengan gagasan yang masuk akal untuk memajukan bangsa ini. Selain itu penyelenggara maupun peserta pemilu harus sering mensosialisasikan tata cara pencoblosan yang dimana surat suara sah atau tidak sah ini menjadi catatan, karena banyak pemilih pemula tidak tau dan tidak kenal siapa aja Caleg yang ikut di pemilu 2019 hanya mengenal Capres dan Cawapres.

Jangan sampai nanti banyak suara tidak sah, karena ketidak tahuan tata cara memilih ataupun tidak mengenal para Caleg. Sehingga tingkat partisipasi pemilih di 2019 yang ditargetkan KPU Kabupaten Bekasi tidak sesuai harapan.

Maka dari itu manfaatkan waktu yang tersisa ini untuk meyakinkan para pemilih sehingga mereka mau menggunakan hak suaranya ditanggal 17 April 2019. (*) Koordinator DEEP Kab.Bekasi

Close