BekasiMetropolis

Caleg Stress Disiapkan Ruang Khusus

Radarbekasi.id – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Majid Kota Bekasi menyiapkan layanan khusus gangguan kejiwaan atau depresi kepada calon anggota legislatif (caleg) yang gagal terpilih dalam Pemilu 2019.

Sebab, berdasarkan pengalaman periode sebelumnya, rumah sakit plat merah ini sempat merawat beberapa caleg yang mengalami gangguan kejiwaan akibat kegagalan tersebut. Namun demikian, mereka tidak sampai dilakukan rawat-inap.

Kepala Bidang Perawatan RSUD Abdul Majid Kota Bekasi, Sudirman mengatakan, ada Poli Jiwa yang siap memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk caleg yang gagal atau berhasil namun mengalami gangguan kejiwaan atau depresi.

“Ada harapan dari caleg yang ingin dipilih, tetapi tidak mungkin terpilih. Potensi caleg yang tidak terpilih mengalami depresi, sehingga kami menyiapkan layanan khusus gangguan kejiwaan. Layanan ini juga melayani masyarakat umum,” tambahnya.

 Dia mengemukakan depresi sebetulnya dapat dialami oleh semua orang. Mengingat salah satu pemicu depresi ialah adanya ketidaksesuaian antara harapan dengan kenyataan. Seperti caleg yang sudah berniat mencalonkan diri dalam pemilu jika gagal maka potensi depresi meningkat.

Penyebab depresi dapat terjadi karena adanya ketidaksesuaian antara harapan dengan kenyataan. Setiap caleg pasti menaruh harapan dapat meraup suara terbanyak dan menang dalam Pemilu April 2019. “Yang jelas kami siapkan ya, seperti menambah ruangan dan jam khusus untuk layanan,” ujarnya.

Dia mengaku, menyiapkan ruang Edelweiss untuk pasien yang mengalami depresi tersebut. Selama ini, ruangan tersebut diguakan untuk pasien dengan Demam Berdarah Dengue (DBD), “Jadi kita manfatkan ruangan tersebut,” tegasnya.

Menurutnya, seluruh ruangan di RSUD terisi. Jika ada pasien yang mengalami depresi, maka akan disiapkan ruangan tersebut, “Kalau untuk Dokter Psikiater sudah kita siapkan sebaganyak tiga Dokter khusus untuk menangani kasus itu,” ucapnya.

Dirman mengaku, setiap tahunnya RSUD Kota Bekasi menyiapkan ruangan untuk pasien khususnya Caleg yang mengalami depresi. “Setahu saya di tahun 2014 ga ada caleg yang sampai dirawat, meski ruangan sudah kita siapkan,” imbuhnya.

Ruangan yang disiapkan oleh RSUD Kota Bekasi mampu menampung 8 pasien. Selain itu, pasien yang mengalami depresi tersebut bisa menggunakan Kartu Sehat Berbasis Nomor Induk Kependudukan (KS NIK) dan BPJS.

 “Gangguan jiwa atau depresi tercover dalam BPJS dan KS, sementara obat-obatnya tidak bisa. Selain itu, seperti pasien over dosis dan percobaan bunuh diri juga tidak tercover. Cuma untuk KS kita lebih fleksibel dibanding BPJS, karena BPJS lebih ketat aturannya, kalau KS sih dengan penyakit seperti gangguan jiwa itu bisa tercover,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Direktur Umum RSUD Abdulmajid Kota Bekasi, Indriyati menambahkan, sebelumnya pihaknya sudah menyiapkan ruangan khusus untuk para penderita Gangguan Jiwa di Gedung E dengan fasilitas memadai. Hanya saja, lanjutnya, untuk pasien yang mengalami Gangguan Jiwa butuh perawat khusus.

“Ternyata dalam kenyataannya gak terlalu banyak juga kita menangani pasien-pasien Gangguan Jiwa, walau pun Psikiater dan perawatnya sudah disiapkan,” ujar Indri di tempat yang sama.

Menurutnya, bukan tidak mungkin para caleg tersebut akan menemui kegagalan dengan tidak terpilihnya menjadi anggota legislatif. Bahkan, karena merasa harapannya tidak terwujud membuat yang bersangkutan mengalami depresi. Poli jiwa di RSUD Wonosari siap memberikan layanan konsultasi.

“Akan kami siapkan. Ada dua cara, yaitu menambahkan ruangan khusus untuk layanan atau menyediakan jam layanan khusus. Yang jelas, keputusan dalam pelayanan akan kami konsultasikan dengan manajemen rumah sakit,” katanya. Dia berharap para caleg yang ingin mendapatkan konsultasi tidak perlu malu karena ini demi kesehatan yang meminta masalah kejiwaan. “Ini berlaku untuk semua (masyarakat umum) karena kesehatan jiwa sangat penting,” tandasnya. (pay)

Lebihkan

Artikel terkait

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker