Berita UtamaOlahraga

Lokasi Alternatif Tak Mendukung Latihan BMX

Radarbekasi.id – Dinas Budaya, Pemuda, dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Bekasi menawarkan lokasi latihan bagi atlet sepeda di wilayah Bojongmangu sebagai alternatif menyusul tidak bisa digunakannnya venue yang ada. Namun, lokasi tersebut tak mendukung latihan di nomor BMX.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana pada Disbudpora Kabupaten Bekasi, Deny Rustandi telah mengetahui bahwa sarana latihan yang berada di Desa Lambang Sari tersebut tidak bisa digunakan karena kondisinya terhalang bangunan. Akibatnya, latihan atlet pada nomor track BMX terhenti.

“Saat ini (venue) tidak memungkinkan untuk digunakan kegiatan latihan bagi atlet sepeda Kabupaten Bekasi di nomor itu,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Selasa (16/4).

Menurut Deny, lokasi alternatif yang ditawarkan memang tidak juga bisa untuk latihan di nomor track BMX. Namun untuk nomor Cross Country (XC), dan Downhill

“Alternatif sarana untuk nomor BMX memang belum ada. Tapi Alternatif pihak Disbudpora untuk dua nomor lainnya bisa wilayah sana (Bojongmangu),” katanya.

Dikatakannya, pihaknya sudah menyampaikan kepada pengurus cabang Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) terkait dengan lokasi latihan alternatif tersebut.

“Pengcab ISSU sudah tahu kalau prasarana Downhill sama Cross Country, bisa dikembangkan disana,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Umum ISSI Kabupaten Bekasi, Ahmad Khumaidi mengatakan, lokasi yang ditawarkan memang cukup representatif. Namun tidak mendukung untuk latihan di nomor BMX.

“Ada banyak lokasi disana. Tapi, kami belum tahu pasti tempatnya dimana. begitupun nama desanya. Tapi disana lokasi-lokasinya lumayan memadai,” katanya.

Khumaidi menegaskan, usulan nomor dari Disbudpora tidak sesuai. Sebab, pengurus cabang kekeuh untuk tetap mengedepankan BMX sebagai andalan binaan.

“Untuk Downhill cukup ekstrim buat pemula, apalagi Cross County,” katanya.

Menurut dia, nomor BMX perlu dikuasai seorang atlet sebelum terjun di dua nomor tersebut. Hal itu dilakukan untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan saat mengarungi track.

“Untuk belajar Downhill anak-anak bisa mulai di nomor BMC. Saya enggak berani langsung menerjunkan atlet binaan ke Downhill, resikonya patah tulang buat pemula. Beda halnya kalau udah punya background di BMX,” tukasnya. (dan)

Lebihkan

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

15 − 7 =

Lihat Juga

Close
Close
Close