Berita UtamaCikarangSosial

172 Ribu Warga Masih Nganggur

Radarbekasi.id – Masalah angka penganguran masih menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi. Karena, angka pengangguran di Kabupaten Bekasi masih tergolong tinggi. Yakni mencapai 172 ribu orang.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bekasi, Edy Rochyadi mengakui bahwa angka pengangguran memang cukup tinggi apabila mengacu pada data Badan Penelitian Sosial (BPS).

Ia mengklaim masalah tersebut disebabkan karena wilayah Kabupaten Bekasi merupakan kawasan industri.

Sehingga, banyak warga dari daerah lain yang datang ke Kabupaten Bekasi untuk mendapatkan pekerjaan dan ingin mengadu nasib untuk kehidupan yang lebih baik.

”Jadi angka dari BPS itu tidak semuanya tercatat secara administrasi, secara kependudukan warga Kabupaten Bekasi. Karena bagi warga dari luar daerah juga terdata, karena bertempat tinggal di Kabupaten Bekasi,” katanya, Minggu (21/4).

Ia menuturkan, dasar BPS mendata angka pengangguran adalah masyarakat yang bertempat tinggal di Kabupaten Bekasi dalam kurun waktu enam bulan.

“Jadi banyak faktor daerah yang datang ke Bekasi, selain daerah industri dan jasa. Nilai upah minimum juga tinggi. Jadi begitu banyak yang datang, dan yang datang itu juga belum tentu mendapat kerja, sehingga menganggur dan berlama-lama di di Kabupaten Bekasi. Dan pada akhirnya masuk pendataan BPS,” tuturnya.

Walaupun angka pengangguran masih tergolong tinggi, pihaknya tetap melakukan upaya dengan memanfaatkan balai latihan kerja yang seadanya. Selain itu, pihaknya berencana untuk memaksimalkan penyerapan kerja khusus untuk warga Kabupaten Bekasi.

“Ya setiap tahun akan ada puluhan ribu warga yang baru lulus baik tingkat SMA dan kelulusan pergurun tinggi. Tentunya hal ini harus menjadi perhatian kami untuk memberikan penyaluran untuk mendapatkan lapangan kerja, oleh sebab itu dalam waktu dekat kami akan berkomunikasi dengan dinas pendidikan,” ujarnya.(and)

Tags
Lebihkan

Artikel terkait

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker