CikarangRealtime

Ketua DPRD Akui Kinerja Menurun Gegara Kampanye

DPRD Bekasi
SEPI : Warga berada di Kantor DPRD Kabupaten Bekasi di Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi belum lama ini. ARIESANT/RADAR BEKASI

RadarBekasi.id – Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Sunandar mengakui bahwa kinerja anggota lembaga yang dipimpinnya itu menurun karena kampanye.

Kemarin, Selasa (23/4), Sunandar merupakan satu-satunya anggota dewan yang terlihat berada di kantor dari total 50 Anggota DPRD Kabupaten Bekasi.

Pemandangan ini bukan kali pertama terjadi. Tapi, sudah mulai terjadi sejak tahapan Pemilu 2019 digelar.

Bahkan, dalam beberapa sidang paripurna sulit sekali menghadirkan minimal 50 persen anggota dewan.

BACA : Hampir Empat Bulan Kerja, DPRD Belum Pernah Bahas Prolegda

Hanya beberapa pimpinan dan sebagian kecil anggota saja yang terlihat hadir. Itu tidak sedikit para anggota yang datang untuk sekadar mengisi daftar hadir lalu kemudian meninggalkan tempat.

Polikus Partai Golkar ini menyatakan, dirinya sudah meminta seluruh anggota DPRD Kabupaten Bekasi kembali ke meja kerja pada pekan ini.

Memang lebih ke waktunya yang terbagi setelah kan ada yang memersiapkan pemilihan, baik presiden maupun legislatif. Tapi, saya sudah berkomunikasi bahwa anggota lain diminta kembali beraktivitas karena masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan,” katanya kepada Radar Bekasi, Selasa (23/4),

“Kalau kehadiran sebenarnya banyak yang hadir namun mungkin ada juga yang berhalangan. Tapi semuanya itu selalu dikomunikasikan. Saya juga tidak bisa melarang kalau yang berhalangan namun tetap kami selaku pimpinan terus mengingatkan,” ujarnya.

Sunandar memastikan, sejumlah agenda telah tersusun khususnya pembahasan sejumlah rancangan peraturan daerah (Raperda) akan segera dikebut.

Pengamat Politik dan Ilmu Pemerintahan Universitas Islam 45 Bekasi, Harun Alrasyid angkat bicara terkait belum adanya program legislasi daerah (prolegda) yang dibahas DPRD Kabupaten Bekasi.

Ia menilai, merosotnya kinerja anggota dewan jelang Pemilu merupakan hal yang kerap terjadi.

BACA: Pengamat : DPRD Harus Kembali Bekerja

Hal itu, menurut dia, disebabkan karena partai tidak mencetak kader sebagai seorang profesional. Tapi sebatas tokoh yang mampu meraup partisipan.(and)

Tags
Close