Berita UtamaPendidikan

Yuk Nonton Film Lokal

Radarbekasi.id – Assalamualaikum wr.wb, sedikit pantun untuk mengawali hari kalian dan topik zetizen hari ini. Semoga sobat zetizen bisa mengawali hari ini dengan baik. Kali ini, zetizennya koran Radar Bekasi punya pembahasan yang seru banget lho!. Penasaran kan? Makanya baca sampai habis habis ya gaes. Dijamin gak akan boring. Hehehe…

Pembahasan kita kali ini tentang film. Kalian pasti sering nonton film kan. Karena untuk bisa nonton film zaman sekarang itu gampang banget gaes. Selain bisa lewat televisi, kalian nonton film juga bisa lewat streaming.

Nah gaes, hari ini kita bukan ngebahas soal film yang ada di televisi. Tapi film yang ada di bioskop ya. Sebelum jauh kita ngebahas itu, kita harus tahu dulu nih tentang film.

Mungkin kalian saat ini berfikir bahwa film itu adalah sebuah tontonan saja. Tetapi diluar itu ada artinya sendiri lho gaes. Secara harfiah, film (sinema) adalah cinematographie yang berasal dari kata cinema yaitu gerak, tho atau phytos adalah cahaya dan graphie atau grhap adalah tulisan, gambar dan citra. Jadi pengertian cinematographie adalah melukis gerak dengan cahaya.

Balik lagi ke pembahasan tentang film bioskop ya gaes. Film yang diputar di bioskop-bioskop itu ada film Indonesia maupun luar negeri. Kalian banyak menemukan gak sih gaes kalau masyarakat kita ketika pergi ke bioskop itu lebih suka menonton film luar.

Padahal banyak juga film-film buatan anak negeri ini yang seru untuk tonton. Mulai dari genre film horor, drama, romantis, misteri, kolosal, thriller, fantasi, komedi dan laga.

Apalagi sudah banyak film Indonesia saat ini yang berkualitas. Terutama setelah kemunculan film Ada Apa Dengan Cinta (AADC) pada awal milenia ketiga.

Pada 2018, film Indonesia juga berhasil menjadi perhatian masyarakat Tanah Air. Seperti film berjudul “Dilan 1990”. Kalian pasti tahu film ini kan? Film tentang kisah cinta masa SMA yang diperankan Iqbaal Ramadhan (Dilan) dan Vanesha Prescilla (Milea) ini ditonton kurang lebih 5 juta orang. Padahal waktu itu ada film Captain Marvel, tapi film ini tetap banyak peminatnya.

Memang sih gaes, kualitas film Indonesia dibandingkan luar negeri masih kalah. Kita harus akui ini. Begitu juga dari cerita film yang dihadirkan. Tapi itu semua sebenarnya karena biaya pembuatan filmnya gaes. Pelaku industri perfilman di negara kita masih sangat terbatas karena semua film yang ada dibioskop tidak semuanya digemari oleh masyarakat.

Jadi, mulai sekarang kita biasain nonton film lokal yuk gaes. Kalau filmnya banyak ditonton, otomatis pendapatan pelaku industri perfilman semakin tinggi. Dengan begitu, mereka bisa membuat film yang lebih berkualitas dan seru untuk dinikmati. (oke/cr46)

Tags
Lebihkan

Artikel terkait

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker