BekasiBerita UtamaBolaOlahraga

Klub Tunggu Kucuran Anggaran

Biaya Liga 3 Tembus Miliaran Rupiah

PERSIKASI
LEWATI LAWAN: Peserta seleksi berhasil melewati lawan saat seleksi tim PCB di Stadion Patriot Chandrabaga, Kota Bekasi, beberapa waktu lalu. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI.

Radarbekasi.id – Persiapan Liga 3 musim 2019 mulai dilakukan klub dari Kota dan Kabupaten Bekasi. Seleksi sudah dilakukan Persikasi dan Patriot Candrabhaga FC.

Kompetisi panjang yang akan dijalani klub mulai dari regional Jawa Barat, bakal membuat pendanaan klub membengkak.

Kabar tersebut dibenarkan Ketua Asosiasi Kota (Askot) dan Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Bekasi. Untuk mencapai target klub perlu anggaran besar.

“Untuk Kota Bekasi target liga 2, kebutuhan anggaran mencapai Rp3 sampai Rp5 miliar. Tim sendiri, sudah ditetapkan yakni Patriot Candrabhaga FC (PCB) sebagai tim yang mewakili Kota Bekasi,” ujar Ketua Askot PSSI Bekasi, Muhamad AR kepada Radar Bekasi.

Pria yang akrab disapa AR ini menambahkan, sejumlah anggaran besar disiasati lewat kucuran dana hibah pemerintah daerah melalui KONI Kota Bekasi.

“Tahapannya, Askot hanya membantu bila ada anggaran yang diberikan oleh KONI. Karena kalau Liga 3 atau amatir itu boleh dibiayai oleh pemerintah daerah,” ucapnya.

Dikatakan AR, target lolos ke Liga 2 selain pendanaan yang cukup juga didukung dengan persiapan matang dan kualitas pemain yang bagus.

Sejauh ini kata dia, untuk PCB sendiri sudah melakukan seleksi dan mengantongi 50 pemain dari 1500 pemain yang mendaftar pada proses seleksi.

“Penjaringan sudah selesai dilakukan. Kabar terakhir memang sudah mengantongi 50 pemain,” bebernya.

Ia memastikan hanya satu klub wakil Kota Bekasi yang akan ambil bagian di Liga 3 musim 2019. Pasalnya hasil Rapat Koordinasi 27 April 2019 dinyatakan sepuluh tim yang tidak bisa tampil di musim 2019. Termasuk dua klub asal Kota Bekasi Persipasi dan Buaran Putra.

“Hasil Rakor 27 April 2019 dengan Asprov PSSI Jawa Barat, ada sepuluh tim yang dinyatakan tidak bisa atau tidak dibolehkan ikut di tahun 2019 dan musim 2020. Dua diantaranya klub dari Kota Bekasi yakni Buaran Putra dan Persipasi,” jelasnya.

Dua tim tersebut, kata dia, pada putaran Liga 3 2018 Jawa Barat mendapat sanksi, karena tidak memenuhi kewajiban bermain diputaran kedua. Mereka di sanksi tidak dapat mengirimkan tim dalam guliran Liga 3, selama dua tahun berturut- turut.

“Sepuluh tim tersebut masih dalam masa sanksi sampai tahun 2021,” tegasnya.

Dilain tempat, kondisi persiapan tim juga sedang dilakoni Persikasi Kabupaten Bekasi. Ketua Askab PSSI Bekasi, Hamun Sutisna tidak menampik jika kebutuhan anggaran untuk klub Liga 3 bisa tembus miliaran rupiah.

“Target, lolos liga dua anggarannya sendiri bisa mencapai minimal diatas Rp2 miliar,” katanya.

Anggaran itu, sesuai dengan perhitungan. Dimana, klub yang terlibat pada Liga 3, regional Jawa Barat bisa mencapai 40 klub lebih.

“Akan lumayan panjang juga ditahapan awal. Kalau melihat itu, anggaran untuk Persikasi bisa sampai Rp 3 miliar ke atas,” bebernya.

Lebih lanjut, kata lelaki yang akrab disapa Amung itu, dalam penetapan anggaran saat ini masih terkendala di Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Pasalnya, Askab PSSI Bekasi belum mengetahui anggaran yang akan digelontorkan oleh KONI Kabupaten Bekasi.

“Kita ‘kan terima anggarannya dari KONI Kabupaten Bekasi. Maka, kita belum bisa memastikan juga kisarannya berapa. Tapi, bila mengejar target, maka ada diangka Rp3 miliar lebih,” ucap Amung.

Namun sejauh ini Askab sendiri masih mendorong klub Persikasi dengan dana talangan, termasuk pada tahap persiapan seleksi yang tengah bergulir.
“Sementara, kita belum memiliki anggaran selama seleksi juga masih pakai dana talangan,” pungkasnya (dan)

Related Articles

Back to top button