Berita UtamaPolitikRealtime

Sunandar Berpotensi Gugur dari Pileg 2019

Untitled-1
Caleg DPRD Kabupaten Bekasi dari Partai Golkar, Sunandar.

RadarBekasi.id – Calon Legislatif (Caleg) Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Kabupaten Bekasi dari Partai Golkar, Sunandar berpotesi  gugur meskipun terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Bekasi periode 2019 – 2024.

Pria yang juga menjabat sebagai ketua DPRD ini diduga melakukan politik uang dengan membagikan sembako saat melakukan kampanye di Desa Sukadami, Kecamatan Cikarang Selatan, Kamis (11/4) lalu.

Salah satu saksi dari peristiwa tersebut, Rahmat Hidayat menuturkan, dirinya mengetahui bagaimana terjadinya peristiwa itu. Ia pun akan hadir dan membawa bukti terkait dengan dugaan pembagian sembako yang dilakukan Sunandar. “Ya saya akan hadir, dan memberikan keterangan apa yang saya lihat,” katanya, Senin (29/4).

Tepisah, Divisi Penindakan Koordinator Bawaslu Kabupaten Bekasi, Khaerudin menuturkan, pihaknya masih melakukan investigasi terkait hal itu.

Kalau memang bersalah pasti gugur, dan itu tahapannya harus melalui sidang pengadilan. Dan Bawaslu juga tidak sendiri melainkan bersama penegak hukum terpadu. Yang terdiri dari Kejaksaan, dan Polisi,” ujarnya.

Dugaan pelanggaran Pemilu yang dilakukan Sunandar, kata dia, diatur pada Pasal 280 ayat 1 huruf c Undang Undang nomor 07 tahun 2017 tentang Pemilu.

Pada pasal tersebut disampaikan bahwa setiap pelaksana atau peserta dilarang atau menjanjikan uang atau memberikan sesuatu.  Jika terbukti, maka dapat dikenakan sanksi berupa ancaman pidana dan denda.

Pihaknya telah meminta keterangan ke beberapa saksi.  ”Untuk sementara kami sudah mengetahui adanya dugaan pembagiaan sembako. Namun hal ini masih proses klarifikasi, dan besok (hari ini, red) kami akan lakukan pemeriksaan saksi yang melihat langsung,” tuturnya.

Menanggapi hal  tersebut, Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyebut pembagian sembako sebagai hal yang biasa dilakukan calon anggota legislatif (caleg).

Kan hampir semua orang melakukan itu (bagi-bagi sembako), kecuali saya ya,” katanya saat dihubungi Radar Bekasi.

Sementara itu, Sunandar membantah tudingan tersebut. Dirinya mengaku tidak membagikan sembako sebagai seorang caleg.

Karena, kata dia, kehadirannya d di Desa Sukadami, bukan dengan kapasitas sebagai caleg melainkan ketua DPRD Kabupaten Bekasi. Dengan agenda, silaturahmi bersama ketua DPRD Kabupaten Bekasi.

“Saya tidak membagikan sembako, di situ kebetulan saya diundang silaturahmi, ada undangan. Yang membuat undangan bukan saya, tapi yang di lapangan. Itu undangan silaturahmi di situ bukan atas nama caleg, di situ atas nama ketua DPRD dan undangan bukan saya (yang membuat), undangannya oleh pak ketua RT,” paparnya.

Ia mengaku diundang karena sempat datang ke lokasi tersebut saat terjadi banjir. Dirinya pun menegaskan bahwa hadir sebagai ketua DPRD bukan untuk berkampanye sebagai caleg.

Makanya diundang karena pada pengin silaturahmi. Di situ, saya ingin yang namanya sodakoh (sedekah) atau  apa, otomatis saya kasih lah itu,” tuturnya.

“Di undangannya pun ada, silaturahim bersama ketua DPRD,” sambung Sunandar.(and/pra/neo)

Tags
Lebihkan

Artikel terkait

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker