Pendidikan

Harapan Guru Honorer di Hardiknas 2019

Jangan Hanya Terima Laporan, Pemerintah Harus Terjun Langsung

Guru-Honorer
FOTO BERSAMA – Djasrifa’al (59) Guru honorer SMKN4 Kota Bekasi, Djasrifa’al (59), foto bersama dengan anak didiknya.Istimewa

Radarbekasi.id – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh tiap 2 Mei diharapkan bisa memberikan perubahan di sekolah dan kesejahteraan bagi kalangan guru honorer di Kota Bekasi.

Menjalani profesi sebagai tenaga pengajar di sekolah begitu dinikmati oleh para guru honorer di Kota Bekasi. Meskipun honor yang diterimanya tak terlalu besar sebagai guru yang telah mengajar bertahun-tahun, mereka tetap merasa bersyukur.

Dapat mencetak anak-anak sebagai generasi muda yang gemilang kedepan merupakan tujuan utama para guru honorer. Oleh karena itu, mereka jarang mengeluh terhadap profesi yang dijalaninya tersebut.

Kendati demikian, mereka tetap menaruh harapan kepada pemerintah di momen Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Rochmat Nurdin (49) mengaku sudah menjadi guru honorer sejak 2011. Sebelumnya, dia merupakan seorang seniman.

“Guru honorer sudah saya jalani sejak 8 tahun,” ungkap guru honorer di SMK Bina Karya Mandiri (BKM) 2 Kota Bekasi ini kepada Radar Bekasi, kemarin.

Menjadi seorang guru merupakan profesi pilihan yang diambil oleh pria yang akrab disapa Rochmat ini. Meskipun honor kecil, tak masalah baginya. Yang penting Ia bisa membagi ilmu yang bermanfaat kepada calon generasi muda.

“Saya tidak memikirkan gaji yang penting siswa-siswi saya punya bekal untuk masa depannya,” ungkapnya.

Di Momen Hardiknas ini, Rochmat berharap pemerintah bisa memberikan meningkatkan perhatiaannya kepada para gurur honorer. Selain itu, secara rutin dinas pendidikan dapat melakukan pemantauan langsung ke sekolah-sekolah agar mengetahui permasalahan yang dihadapi oleh guru honorer maupun sekolah.

“Semoga permerintah, khususnya dinas pendidikan (Disdik) semakin memperhatikan kalangan bawah dan terjun langsung kelapangan. Tidak hanya menerima melalui laporan saja,” tukasnya.

Sementara itu, Djasrifa’al (59) mengaku sudah 29 tahun menjadi guru honorer. Meskipun honor yang diterimanya dalam perbulan Rp750 ribu, pria yang akrab disapa Eyang ini selalu bersyukur.

“Dibawa asik dan mensyukuri nikmat rezeki saja,” ungkap guru honorer di SMKN 4 Kota Bekasi tersebut.

Kadang, diakuinya, Eyang merasa iri sesama guru yang sudah diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Serupa, dimomen Hadiknas ini dirinya juga berharap dapat Disdik lebih rutin melakukan pemantauan ke sekolah.

“Pemerintah jangan hanya menerima laporan saja, tapi harus terjun langsung. Terutama dalam penggunaan dana bantuan operasional sekolah (BOS) yang ada disekolah banyak yang tidak sesuai antara anggaran dan pembelanjaanya harus benar-benar diaudit dengan tim yang jujur,” tukasnya. (cr46)

Tags
Lebihkan

Artikel terkait

Satu Komentar

  1. Hari Pendidikan Nasional, momen yang tepat untuk mengoreksi kemajuan pendidikan di Indonesia dalam segala bidang.
    Mari tingkatkan potensi yang ada demi kemajuan bangsa.

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker