BekasiBerita UtamaPemilu

Target Rekapitulasi Meleset

Radarbekasi.id – Traget rekapitulasi penghitungan suara tingkat kecamatan di Kabupaten Bekasi meleset dari waktu yang telah ditentukan. Sesuai jadwal, rekapitulsi penghitungan suara ditingkat kecamatan mulai tanggal 18 April hingga 4 Mei. Namun, hingga kemarin masih ada beberapa kecamatan yang belum menyelesaikan penghitungan suara.

Ketua KPU Kabupaten Bekasi, Jajang Wahyudin mengaku, ada sejumlah kendala yang terjadi saat proses penghitungan suara ditingkat Kecamatan. Misalnya di Kecamatan Tambun Selatan belum selesai, dan Kecamatan Cikarang Barat yang harus melakukan penghitungan ulang.

Jajang mengakui, KPU Kabupaten Bekasi menargetkan pada 6 Mei sudah selesai rekpapitulasi tingkat KPU Kabupaten Bekasi. Sehingga, masih ada waktu sehari untuk melakukan perbaikan.

“Sampai saat ini kita baru bisa menghasilkan 19 Kecamatan, artinya sisa empat kecamatan belum diplenokan seperti, Tambun Selatan, Cikarang Barat, Babelan, dan Karang Bahagia,” katanya saat dimintai keterangan di KPU Kabupaten Bekasi, Senin (6/5).

Dari 19 Kecamatan yang dianggap sudah selesai diplenokan, dia mengaku,  sebenarnya ada beberapa kecamatan lainnya yang belum dilakukan pleno. Hanya saja ia menyakini pada Senin (6/5) malam akan diselesaikan, sehingga 19 Kecamatan dipastikan selesai di plenokan.

“Pebayuran dan Kedungwaringin memang belum diplenokan, tapi malam ini akan diplenokan sampai selesai. Mudah-mudahan besok bisa kita selesaikan semua. Kecuali Tambun Selatan, karena sampai sekarang masih dilakukan penghitungan,” ujarnya.


Tabel Rekapitulasi Kecamatan

No Yang Sudah Selesai Direkapitulasi  Yang Belum Direkapitulasi
Kecamatan Kecamatan
1 Kecamatan Muaragembong Kecamatan Cikarang Pusat Kecamatan Setu
2 Kecamatan Cabangbungin Kecamatan Cikarang Utara Kecamatan Pebayuran
3 Kecamatan Sukakarya Kecamatan Cikarang Timur Kecamatan Kedungwaringin
4 Kecamatan Sukatani Kecamatan Bekasi Barat Kecamatan Tambun Selatan
5 Kecamatan Sukawangi Kecamatan Bekasi Selatan Kecamatan Cikarang Barat
6 Kecamatan Tambelang kecamatan Rawalumbu Kecamatan Karangbahagia
7 Kecamatan Cibitung Kecamatan Jatiasih Kecamatan Babelan
8 Kecamatan Tambun Utara Kecamatan Pondokgede Kecamatan Medansatria
9 Kecamatan Tarumajaya Kecamatan Mustikajaya Kecamatan Bekasi Timur
10 Kecamatan Cikarang Selatan Kecamatan Pondokmelati Kecamatan Bekasi Utara
11 Kecamatan Serangbaru Kecamatan Jatisampurna
12 Kecamatan Cibarusah Kecmatan Bantargebang
13 Kecamatan Bojongmangu

Kendala Rekapitulasi Kecamatan :

  • Jumlah Surat Suara terlalu Banyak
  • Jumlah TPS yang banyak
  • Data C1 Tidak sesuai dengan Hasil Pleno
  • Kesalahan teknis di KPPS
  • Penghitungan Suara Ulang

Jadwal Rekapitulasi

  1. Jadwal Rekapitulasi Tingkat Kecamatan
    18 April s/d 4 Mei
  2. Jadwal Rekapitulasi tingkat KPU Kota/Kabupaten
    22 April s/d 7 Mei
  3. REKAPITULASI DIPERPANJANG
    hingga 22 Mei 2019

Sementara itu, Ketua PPK Kecamatan Tambun Selatan, Sahil mengaku, sejauh ini sudah menjalani tahapan sesuai ketentuan, walaupun sampai sekarang penghitungan masih belum bisa diselesaikan. Menurutnya, dengan jumlah DPT di Tambun Selatan 299.830 pemilih membuat dia dan timnya kerja ekstra.

“Kita sudah berusaha semaksimal mungkin. Terkait terlewat waktu, buat saya sangat realistis, mengingat jumlah DPT sangat banyak,” ucapnya.

Menurutnya, agar mengejar penghitungan bisa lebih cepat, sekarang penghitungan dibuka sepuluh panel, atas persetujuan bersama. Untuk keributan, ia memastikan tidak akan terjadi, walaupun kerap terjadi perdebatan. Pasalnya, saat membuka kotak dengan acuan C 1 Pleno.”Dengan sepuluh panel yang dibuka, kemungkinan penghitungan bisa selesai dua sampai tiga hari kedepan,” tegasnya.

Kondisi serupa juga terjadi di Kota Bekasi.  Komisionar KPU Kota Bekasi bidang hukum, Edwin Sholihin mengatakan bahwa berbagai kendala mewarnai rekapitulasi ditingkat kecamatan, diantaranya keterlambatan tersebut ditengarai oleh jumlah surat suara yang terlampau banyak, jumlah TPS yag terlalu banyak tidak sebanding dengan tenaga PPK yang hanya lima orang, dinamika rekapitulasi dan kendala tehnis lainnya.

Selain itu kesalahan dari petugas KPPS juga menyumbang molornya waktu rekapitulasi ditingkat PPK, diantaranya menimbulkan selisih surat suara sampai mengharuskan hitung ulang surat suara yang seharusnya cukup dilakukan ditingkap TPS.

“Jadi ketika datanya tidak sesuai dengan c1 salinan yang diterima oleh saksi dan yang ada di hologram PPK itu kan bisa dipertanyakan, nah ketika ada perbedaan itu kan yang pertama otomatis kita buka plano kan, nah ketika masih tidak ditemukan itu hitung ulang dibuka surat suaranya itu kan makan waktu,” katanya, Senin (6/5).

Hal lain juga disampaikan oleh Edwin yakni kesalahan teknis yang dilakukan oleh KPPS adalah salah penginputan dimana terdapat pemilih yang mencoblos partai dengan calon anggota legislatif (Caleg) sehingga ada perbedaan jumlah pemilih yang menggunakan hak pilih dengan jumlah suara hasil rekapitulasi di tingkat TPS.

“Beberap juga teman-teman di KPPS juga ada kesalahan seperti itu, sehingga nggak balance kan, jadi pengguna hak suara yang menggunakan haknya itu sekian sedangkan hasilnya itu sekian. Itu kan baru bisa ketemu ketika dihitung ulang,” terangnya.

Sesuai dengan intruksi KPU, proses rekapitulasi di tingkat PPK di Kota Bekasi juga diberikan perpanjangan sampai tanggal hari ini, Selasa (7/5). Sampai dengan Senin malam diketahui dua kecamatan sudah menyelesaikan proses rekapitulasi, satu diantaranya belum diketahui yakni Kecamatan Bekasi Utara.

Terpisah, karena lamanya waktu rekap, KPU pusat memutuskan untuk memperpanjang masa rekapitulasi. Namun, KPU tidak memberikan batas tanggal lagi. Yang jelas, rekap di semua tingkatan harus selesai pada 22 Mei. Sebab, pada tanggal tersebut hasil pemilu secara nasional ditetapkan.

Ketua KPU Arief Budiman mengatakan bahwa pihaknya sudah membuat surat edaran untuk memperpanjang masa rekapitulasi di tingkat kecamatan. ”Mereka (panitia pemilihan kecamatan, Red) tetap harus meneruskan rekapitulasi dan harus selesai sebelum rekap di kabupaten/kota tuntas,” terangnya.

Menurut Arief, rata-rata kecamatan yang rekapnya molor adalah wilayah yang memiliki banyak TPS. Diharapkan, mereka bisa segera menuntaskan pekerjaan sehingga langsung disusulkan untuk rekapitulasi di level atasnya.

Yang jelas, tambah Arief, rekapitulasi tidak boleh berhenti hanya karena tenggat terlampaui. Sebab, rekapitulasi manual berjenjang adalah dasar penetapan hasil pemilu. Baik untuk level presiden dan wakil presiden, DPR, DPD, DPRD provinsi, maupun DPRD kabupaten/kota. KPU hanya diberi waktu 35 hari untuk menuntaskan rekapitulasi secara nasional, yang berarti deadline berakhir 22 Mei.

Ketua Bawaslu Abhan menjelaskan, ada beberapa rekap di kecamatan yang mendapat rekomendasi perbaikan berupa hitung ulang. ”Ada penghitungan ulang yang sampai membuka C1 plano, ada juga yang sampai membuka kotak suara untuk dihitung surat suaranya,” terangnya.

Itulah salah satu sebab rekap berlangsung lama. Meski demikian, menurut Bawaslu, itu masih wajar karena substansinya memang untuk mencari kebenaran.(pra/sur/jpc

Related Articles

Back to top button