OlahragaParalayang

Kegagalan jadi Motivasi, Ukir Prestasi Lebih Baik

Lebih Dekat dengan Purnomo Alamsyah (31) Atlet Andalan PGPI Kabupaten Bekasi

Radarbekasi.id – Menjadi atlet profesional paralayang tidak mudah. Sebelum bersaing di kejuaraan, atlet harus cermat dan teliti hingga memahami teknis, medan, hingga kondisi alam. Pasalnya jika tak dilakukan secara profesional, olahraga ekstrem itu bisa berakibat fatal.

Tidak semua mampu menekuni Cabor Persatuan Gantole dan Paralayang Indonesia (PGPI). Olahraga ekstrem itu perlu latihan kontinyu hingga benar-benar mampu ’mengudara’. Memahami dan bisa mengendalikan parasut menjadi bagian penting.

“Kalo sudah bisa mengukur dengan besarnya kekuatan angin yang diterima perasut, lalu bisa mengendalikan. Itu pasti bakal jago banget deh,” ujar atlet PGPI Kabupaten Bekasi, Purnomo Alamsyah (31).

Cabor Paralayang sangat berkaitan dengan alam salah satunya faktor cuaca. Atlet harus bisa memastikan peralatan yang akan digunakan dalam posisi siap digunakan. Artinya tidak ada satupun yang kurang, sebelum ’mengudara’ hingga proses pendaratan.

“Tingkat resiko kecelakan sangat besar. Teliti sangat penting,” imbuhnya.

Sebelum menekuni Paralayang, Purnomo sempat aktif dibeberapa cabang olahraga (Cabor) lain. Namun kini dirinya mantap, menjadi atlet Paralayang.

“Saya aktif di Paralayang dari tahun 2011. Jadi kurang lebih sembilan tahun. Saya memang sudah tertarik dengan Paralayang sejak kecil, karena paman saya seorang instruktur paralayang,” bebernya.

Kemampuan Purnomo kini sudah teruji. Sejumlah prestasi sudah dicapainya. Bahkan, Purnomo menjadi atlet yang dielukan Cabor PGPI Kabupaten Bekasi.

Dari segudang pengalaman, Purnomo mencatat sejumlah kejuaraan yang paling bergengsi. Beberapa diantaranya, Paragliding World Cup, Asian Cup, Pekan Olahraga Nasional (PON), Trip of Indonesia dan kejuaraan internasional lainnya.

“Semua kejuaraan menurut saya sangat berkesan,” paparnya.

Berbagi pengalaman selama hampir sembilan tahun menekuni olahraga ekstrem itu, Purnomo ingin mengajak atlet pemula untuk serius dan tak cepat puas.

Pasalnya untuk menekuni olahraga Paralayang perlu komitmen dan keseriusan disamping ditunjang alat-alat pendukung dan penguasaan teknis operasional.

Kegagalan diharapkan pria asal Kampung Utan RT 002/29, Desa Wanasari Kecamatan Cibitung itu, jadi motivasi untuk berlatih lebih serius.

“Yang gagal namun mau membenahi diri dan bekerja keras akan berkembang lebih pesat,” tuturnya. (dan)

Tags
Close