OlahragaTokoh

Menengok Regenerasi Atlet Muay Thai Kabupaten Bekasi

Pembinaan Mendesak, Isi Kekosongan Atlet Pasca Porda

PETINJU
PORDA: Atlet Muay Thai Kabupaten Bekasi bersama official ketika tampil di Porda XIII 2018 Jawa Barat. DANI IBRAHIM/RADAR BEKASI

Cabang olahraga Muay Thai Indonesia (MI) Kabupaten Bekasi mengakui adanya kendala pembinaan atlet pasca Pekan Olahraga Daerah (Porda) XIII Jawa Barat 2018. Pasca perhelatan Porda proses pembinaan harus segera dilakukan.

DANI IBRAHIM

Bekasi Selatan

Tak banyak atlet yang mengisi formasi pemusatan latihan cabang (Pelatcab) Muay Thai Kabupaten Bekasi. Hanya beberapa atlet eks Pekan Olahraga Daerah (Porda) XIII 2018 yang kini masih bergabung di tim Pelatcab.

Kondisi itu menjadi perhatian serius Pengcab yang baru pertama kali menerjunkan atletnya pada ajang olahraga multi event empat tahunan di Kabupaten Bogor tahun lalu.

Pelatih Muay Thai Kabupaten Bekasi, Riki Asreal Rafwalu mengakui adanya keterbatasan atlet binaan. Setelah dua atletnya, Muhamad Randan Londo dan Agus Sialana masuk Pelatda PON Jawa Barat, pihaknya harus mempersiapkan atlet pelapis untuk bergabung di pelatcab.

Mereka berpeluang besar masuk pada pemusatan latihan daerah (Pelatda) PON Jawa Barat, setelah itu kita tidak punya atlet binaan lagi,” ujarnya.

Pihaknya juga enggan membeberkan kondisi yang dialami pengcab pasca Porda hingga terjadinya krisis atlet. “Setelah Porda tidak ada binaan lagi. Tapi, saya gak bisa berkomentar soal ini. Yang pasti atlet kita sisa dua aja,” bebernya.

Opsi terakhir, agar tidak terjadi kekosongan, pihaknya kemungkinan menggaet atlet luar daerah. Namun kondisi itu kembali ke pengurus.

Kalau bicara atlet luar, saya bisa. Banyak atlet luar yang ingin ke Bekasi kok. Tapi, kembali pada pengurus,” ucap Riki.

Dia menegaskan, kondisi itu jika dibiarkan bakal berdampak pada persiapan Porda 2022 mendatang. “2021 sudah tahapan Babak Kualifikasi Porda. Tahun 2022 nya, porda. Artinya, peluangnya ada di 2020 aja,” imbuhnya.

Di lain tempat, Ketua Umum Muay Thai Kabupaten Bekasi, Usman menyatakan, proses pembinaan diklaim masih terus dikaji. Karena belum ada anggaran pembinaan, sehingga pihaknya belum bisa berbicara banyak target pembinaan jangka panjang. “Kita belum ke pembinaan. Tapi kita sudah memikirkannya. Sementara, kita baru punya tempat buat atlet (mess), tapi kita masih mematangkan untuk binaan kedepan,” tukasnya. (*) 

 

Tags
Close