Berita UtamaPelayananTransportasi

Srikandi Dishub jadi Pembeda

Dilibatkan Mengatur Lalu Lintas

Srikandi Dishub jadi Pembeda
PATROLI : Srikandi Dishub ketika berpatroli menggunakan segway di Car Free Day (CFD) Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, beberapa waktu lalu. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI.

Radarbekasi.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi sedikitnya memiliki 60 Srikandi Dishub yang ikut serta mengatur arus lalu lintas di Kota Bekasi. Bahkan mereka juga akan dilibatkan selama arus mudik 2019.

Kehadiran Srikandi Dishub dinilai bakal menjadi pembeda. Pendekataan humanis bakal diutamakan dalam mengatur dan mengedukasi masyarakat seputar lalu lintas serta penyampaian program Dishub Kota Bekasi.

Kepala Bidang Pengendalian dan Operasional (Dalops), Dishub Kota Bekasi, Saut Hutajulu mengatakan, puluhan srikandi memiliki tugas yang sama yakni ikut mengatur dan mengendalikan arus lalu lintas.

Namun berbeda dengan petugas pria, Srikandi Dishub tidak dilibatkan dalam proses penindakan pelanggar lalu lintas.

“Tugasnya sama, cuma mereka tidak ikut penindakan aja, kalau mengatur dan mengendalikan lalu lintas mereka ikut,” kata pria yang akrab disapa Saut, Kamis (9/5).

Masyarakat akan sering menjumpai petugas-petugas cantik ini di kawasan-kawasan tertib lalu lintas di Kota Bekasi seperti Jalan Ahmad Yani dan kawasan Summarecon Bekasi. Mereka juga sering dijumpai di kawasan Car Free Day (CFD) Kota Bekasi.

Kehadiran mereka memberi warna tersendiri bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkungan pemerintah Kota Bekasi. Tidak melulu dikenal garang dan tegas, Srikandi Dishub dapat melakukan pendekatan humanis kepada masyarakat.

“Mereka menampilkan wajah Dishub juga, tentunya mereka lebih humanis,” jelasnya.

Profesionalitas mereka juga diutamakan. Sebelum turun ke jalan, mereka sudah dibekali sertifikasi pendidikan pengaturan lalu lintas langsung dari Kementerian Perhubungan.

Hal itu sebagai bukti bahwa mereka juga sudah berkompeten untuk melakukan tugasnya.

Dishub Kota Bekasi akan melibatkan puluhan petugas wanita itu demi kelancaran arus mudik di Kota Bekasi. Namun porsinya tidak seperti petugas pria yang siap siaga selama 24 jam.

“Mereka ikut dilibatkan juga (mengatur arus mudik), tapi tentunya waktunya nggak seperti yang pria, kalau yang pria 24 jam kalau mereka di jam-jam kerja aja,” imbuhnya. (sur/adv)

Lebihkan

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

twenty + thirteen =

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker