Berita UtamaMetropolisPelayanan

Ribuan Miras Sitaan Dimusnahkan

Ribuan Miras Sitaan Dimusnahkan
PEMUSNAHAN MIRAS : Petugas gabungan dari kepolisian, pemadam kebakaran, Dishub melakukan pemusnahan 3.015 botol miras di Lingkungan Polres Metro Bekasi Kota, Jumat (10/5). RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

Radarbekasi.id – Ribuan minuman keras (miras) berbagai jenis dimusnahkan oleh Polres Metro Bekasi Kota, Jumat (10/5). Ribuan botol miras tersebut merupakan hasil operasi cipta kondisi dan pekat jaya sejak awal tahun hingga bulan April lalu.

Didepan markas Polres Metro Bekasi Kota, sebanyak 3.015 botol berisi miras dibuka satu persatu kemudian dituang kedalam beberapa drum yang telah disediakan sebelumnya.

Minuman berbagai merk yang sudah di tuang kedalam drum tersebut selanjutnya disedot oleh mobil tangki untuk dibawa ketempat pembuangan limbah.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Indarto mengatakan sementara ini pihaknya hanya dapat menjaring penjual, sementara untuk masyarakat yang mengkonsumsi miras tidak dapat dijaring karena belum ada aturan yang mengatur perihal itu.

Pihaknya mendorong dibentuknya Peraturan Daerah (Perda) yang melarang penjualan dan aturan yang melarang mengkonsumsi minuman haram tersebut.

“Jadi tadi saya sampaikan sementara ini kita bisa menjaring penjualnya, alangkah lebih bagusnya ada aturan Perda, penjual dan peminum itu nggak boleh,” katanya didepan Mapolresto Bekasi Kota, Jumat (10/5).

Alasan untuk membuat peraturan tersebut dijelaskan oleh Indarto mengingat, hampir 80 persen kejahatan yang terjadi di jalan akibat pengaruh miras.

Bagi masyarakat yang mengkonsumsi minuman haram di muka umum pihaknya dapat menjerat dengan pasal mengganggu ketertiban umum. Namun jika tidak didapati barang bukti berupa minuman beralkohol maka tidak dapat diproses.

“Jadi akan jauh lebih efektif dan komprehensif kalau kita bisa menggaet yang minum sama yang jual. Selama ini kalau kita temukan, itu ada yang duduk – duduk nggak ada barang buktinya, tapi bau minuman, kita hanya bisa bawa ke polres didata besok dipulangkan,” terangnya.

Untuk itu, pihaknya mendorong pemerintah Kota Bekasi mengajukan rancangan peraturan daerah tersebut kepada DPRD Kota Bekasi. Sementara ini sebagian besar minuman haram tersebut didapatkan diwilayah Jatiasih, Bekasi Timur dan Pondok Gede.

Sebagian besar penjual miras tersebut berkedok penjual jamu, untuk itu pihaknya bersama dengan pemerintah Kota Bekasi rutin menutup toko jamu yang tidak berizin. Meskipun tidak didapati minuman keras didalamnya, toko tersebut dijelaskannya berpotensi menjual minuman keras.

Ditempat yang sama, Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi mengatakan, pemerintah Kota Bekasi akan mengekspos daerah yang sudah membuat Perda terkait dengan larangan untuk mengkonsumsi Miras seperti Raja Ampat.

“Efektivitas itu kan kebersamaan, seperti Pak Kapolres sekarang sudah melakukan preventif dengan tokoh masyarakat, dengan aparat, dengan pemerintah kota, yang udah ada ini kita lakukan secara maksimal,” ungkapnya.

Rahmat pesimis Kota Bekasi akan bersih dari peredaran minuman haram tersebut. Pasalnya, Kota Bekasi sebagai kota besar. Namun pihaknya akan memperketat izin peredaran miras.

“Kan sama, ini kan tugasnya aparat, aparat sudah melakukan ini, bersama-sama, aturannya ada, regulasinya, perda kan tidak menyentuh pada persoalan pidana, pada denda, kalau pidananya kan jelas pak Kapolres ada KUHP,” imbuhnya. (sur)

Lebihkan

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

13 − six =

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker