Berita UtamaCikarangPemiluPeristiwaPolitik

NasDem Desak Kasus Pengeroyokan Taih Diusut Tuntas

TAK BERDAYA : Saksi dari Partai NasDem, Taih Minarno duduk tak berdaya usai dikeroyok sejumlah orang di Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Minggu (12/5). KARSIM PRATAMA/RADAR BEKASI

RadarBekasi.id – Pengurus DPW Partai Nasional Demokrat Jawa Barat, Rohim Mintrareja meminta kasus pengeroyokan yang menimpa calon anggota legislatif dari partainya bisa diusut tuntas.

Mantan Wakil Bupati Bekasi ini menegaskan, sejauh ini internal Partai Nasdem sudah melakukan rapat untuk menanggapi kasus pengeroyokan tersebut.

Saya dari pihak Partai Nasdem sudah rapat di internal, keputusannya dengan ketua DPW akan kita tindak lanjuti terus pidananya,” tegasnya.

Rohim mengatakan dirinya menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi, Soleman terhadap saksi dari Partai Nasdem.

Soleman itu ketua partai, sekaligus ketua fraksi juga di DPRD. Apalagi mereka itu partai yang berkuasa, harusnya bisa memberikan contoh yang bagus untuk yang lain-lainnya, terutama untuk internal dewan sendiri. Kalau dewan kelakuannya sudah kaya gitu, bagaimana rakyatnya nanti,”  kata Rohim saat dihubungi kemarin, Minggu (12/5).

Sebelumnya, saksi dari Partai Nasdem Kabupaten Bekasi, Taih Minarno melaporkan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi, Soleman ke Polres Metro Bekasi. Hal itu menyusul pengeroyokan yang ia alami pada Minggu (12/5) dini hari.

Mantan anggota DPRD Kabupaten Bekasi dari Partai Demokrat ini telah melaporkan dugaan pengeroyokan tersebut sebagai laporan polisi bernomor LP/498/356 – SPKT/K/V/2019/ Restro Bekasi tanggal 12 Mei 2019.

Pria yang juga caleg dari Partai Nasdem ini menjelaskan kronologi peristiwa tersebut secara rinci.

Kata dia, usai rapat pleno penghitungan suara digelar, ia keluar ruangan dari Gedung Serbaguna Tambun dan sempat diwawancarai sejumlah awak media.

Kemudian, salah seorang saksi dari PDI P mendatanginya dan meminta Taih untuk bertemu Soleman. Alasannya, salah seorang saksi dari PKS ingin ketemu. Taih yang saat itu tidak tahu akan dikeroyok, langsung menghampiri Soleman.

Saat sampai, masih Taih, dirinya langsung disambut dengan lemparan bangku dari Soleman. Kemudian, disusul dengan pemukulan dari beberapa orang yang ada di sekitar lokasi.

Jadi saat saya menghampiri Soleman, saya langsung ditimpa (dilempar) dengan bangku, sebanyak dua kali, sambil ngomong Sok Tahu Lo. Jadi saya belum sempat ngomong apa-apa,” kata Taih saat ditemui di RSUD Cibitung. Minggu (12/5) sore.

Menurutnya, ada lima orang yang ikut mengeroyoknya. Namun ia mengaku, tidak melihat dengan jelas muka orang – orang tesebut.  Karena, ia sempat tak sadarkan diri.

“Pas ditendang saya jatuh, dan sempat tidak sadarkan diri. Makanya nggak melihat muka pelakunya, Pokoknya saya tidak tahu ada permasalahan apa dengan Soleman,” ujarnya.

Atas laporannya itu, Taih mengaku sudah dimintai keterangan terkait kasus tersebut.  “Untuk sekarang kita lihat saja proses hukum yang berlaku seperti apa. Yang jelas saya sudah lapor ke Polres Metro Bekasi,” tuturnya.

Terpisah, Ketua DPC PDIP Kabupaten Bekasi, Soleman mengatakan, peristiwa tersebut terjadi karena adanya kesalahpahaman.

Dia meminta, peristiwa tersebut tidak perlu dilebarkan. Karena Partai Nasdem, dan PDIP merupakan Partai Koalisi TKN yang ada di Kabupaten Bekasi.

Kami saat ini sedang bekerja, tidak usah panjang lebar, antara PDIP dengan Ketua DPW (DPD) Partai Nasdem Kabupaten Bekasi, Teten Kamaludin, sudah komunikasi. Itu hanya kesalahpahaman,” katanya, Minggu (12/5). (pra)

 

Tags
Lebihkan

Artikel terkait

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker